Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Januari 2024 | 16.15 WIB

Ragam Faktor Perceraian di Bojonegoro Tinggi, Pengadilan Agama: Pemerintah Harus Hadir

Ilustrasi Janda Muda (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO) - Image

Ilustrasi Janda Muda (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

JawaPos.com – Panitera Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro, Sholikin Jamik, mengungkapkan bahwa angka perceraian di bumi Angling Dharma itu masih cukup tinggi.

Di tahun 2023 saja, pihaknya mencatat sebanyak sebanyak 2.823 kasus perceraian, di mana 2.671 di antaranya adalah pasutri yang terbilang masih cukup muda, dengan rentang usia di bawah 30 tahun.

Kendati demikian, namun data tersebut sejatinya terhitung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2022, PA Bojonegoro mengantongi kasus cerai dari sebanyak 2.950 pasangan.

Sholikin menyebut, ada banyak faktor yang menjadi pemicu perceraian di kalangan pasutri mud aini. Salah satu yang utama, adalah faktor ekonomi yang belum stabil.

Kata dia, faktor ekonomi sendiri juga disebabkan oleh pendidikan yang rendah sehingga pekerjaan tidak mapan atau masih serabutan.

Tak ayal, para pasutri muda itu merasa tak mampu memenuhi standar ekonomi sebagaimana yang diharapkan.

“Ini merupakan satu tantangan dan data tidak bisa dibantah,” imbuhnya.

Selain itu, para mereka juga dinilai belum cukup memiliki ketangguhan untuk membangun keluarga hebat dari segi kesiapan ekonomi, mental dan psikologis. Katanya, mereka menikah lantaran memenuhi faktor biologis saja.

“Tiga ketangguhan tersebut bisa tercapai apabila memiliki pendidikan bagus, minimal SMA atau bahkan kuliah. Kemudian, kemampuan dalam menangani masalah dan usia matang,” lanjutnya.

Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Sholikin mengatakan, bahwa Pemkab Bojonegoro seharusnya turun tangan melihat hal ini. Lebih-lebih, ini menyangkut masa depan generasi muda.

Menurutnya, pemerintah perlu mengatasi ini mulai dari akar masalah, yakni faktor pendidikan dan kemiskinan.

Jika hal tersebut terpenuhi, selanjutnya, maka angka perceraian kemungkinan besar akan menurun.

“Dengan cara mengoptimalkan UMKM dan pendidikan vokasi. Agar bisa langsung bekerja dengan cepat, tanpa mengandalkan pengetahuan akademik. Tapi, cukup dengan skill dan attitude,” pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore