
Ilustrasi Janda Muda (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
JawaPos.com – Panitera Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro, Sholikin Jamik, mengungkapkan bahwa angka perceraian di bumi Angling Dharma itu masih cukup tinggi.
Di tahun 2023 saja, pihaknya mencatat sebanyak sebanyak 2.823 kasus perceraian, di mana 2.671 di antaranya adalah pasutri yang terbilang masih cukup muda, dengan rentang usia di bawah 30 tahun.
Kendati demikian, namun data tersebut sejatinya terhitung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2022, PA Bojonegoro mengantongi kasus cerai dari sebanyak 2.950 pasangan.
Sholikin menyebut, ada banyak faktor yang menjadi pemicu perceraian di kalangan pasutri mud aini. Salah satu yang utama, adalah faktor ekonomi yang belum stabil.
Kata dia, faktor ekonomi sendiri juga disebabkan oleh pendidikan yang rendah sehingga pekerjaan tidak mapan atau masih serabutan.
Tak ayal, para pasutri muda itu merasa tak mampu memenuhi standar ekonomi sebagaimana yang diharapkan.
“Ini merupakan satu tantangan dan data tidak bisa dibantah,” imbuhnya.
Selain itu, para mereka juga dinilai belum cukup memiliki ketangguhan untuk membangun keluarga hebat dari segi kesiapan ekonomi, mental dan psikologis. Katanya, mereka menikah lantaran memenuhi faktor biologis saja.
“Tiga ketangguhan tersebut bisa tercapai apabila memiliki pendidikan bagus, minimal SMA atau bahkan kuliah. Kemudian, kemampuan dalam menangani masalah dan usia matang,” lanjutnya.
Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Sholikin mengatakan, bahwa Pemkab Bojonegoro seharusnya turun tangan melihat hal ini. Lebih-lebih, ini menyangkut masa depan generasi muda.
Menurutnya, pemerintah perlu mengatasi ini mulai dari akar masalah, yakni faktor pendidikan dan kemiskinan.
Jika hal tersebut terpenuhi, selanjutnya, maka angka perceraian kemungkinan besar akan menurun.
“Dengan cara mengoptimalkan UMKM dan pendidikan vokasi. Agar bisa langsung bekerja dengan cepat, tanpa mengandalkan pengetahuan akademik. Tapi, cukup dengan skill dan attitude,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
