
Ilustrasi Pemilu 2024. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com–Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sumatera Utara mulai melakukan penelusuran terkait penemuan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Penumpukan logistik itu ditemukan di sebuah gudang tertentu di Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
”Benar, ada penumpukan logistik. Bawaslu masih melakukan penelusuran untuk mengetahui dugaan pelanggaran atau tidak,” ujar Koordinator Data Informasi dan Humas Bawaslu Sumut Saut Boangmanalu seperti dilansir dari Antara di Medan, Selasa (2/1).
Saut menjelaskan, Bawaslu Sumut berkoordinasi dengan Bawaslu kabupaten/kota dan meminta klarifikasi kepada KPU. ”Meminta laporan secara tertulis dari KPU terkait keberadaan logistik tersebut. Kami masih melakukan penelusuran tahap administrasi,” kata Saut Boangmanalu.
”Lalu diambil kesimpulan, dilakukan evakuasi dari tempat penampungan sementara itu ke gudang KPU masing-masing, yang seharusnya ke tempat logistik itu,” jelas Saut Boangmanalu.
Sementara itu, Anggota KPU Sumut Robby Effendy mengatakan, informasi terkait penemuan logistik pemilu di gudang ilegal yang menggunakan jasa ekspedisi tidak resmi di Kabupaten Nias dinilai tidak benar dan berpotensi mengganggu tahap pemilu. KPU Provinsi Sumut menegaskan, pendistribusian logistik Pemilu 2024 itu sudah sesuai aturan.
Robby Effendy mengatakan, logistik pemilu yang akan didistribusikan ke kabupaten/kota dilakukan penyortiran lebih dulu, sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
”Informasi itu keliru dan sesat, sangat berpotensi mengganggu tahap pemilu. Teknis di lapangan diinapkan dulu atau disortir lagi sesuai tujuan, diserahkan ke ekspedisi, yang penting tepat waktu dan tepat jumlah,” terang Robby.
Dia menambahkan, KPU Sumut melakukan kerja sama dengan penyedia jasa ekspedisi untuk pengiriman logistik pemilu ke seluruh gudang KPU kabupaten/kota.
”Teknis pengiriman diserahkan ke penyedia jasa ekspedisi. Intinya tepat waktu dan tepat jumlah,” tambah Robby Effendy.
Robby mengatakan KPU Sumut terus berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait. Sehingga, pendistribusian logistik pemilu tersebut tidak menjadi polemik yang mengganggu tahap pemilu.
”Saya pikir dengan koordinasi baik yang dijalin KPU, pihak kepolisian juga memantau pergerakan logistik ini melalui aplikasi Silog. Kepolisian memberi atensi pada tahap logistik ini, jadi tak ada yang sembunyi-sembunyi, apalagi proses ilegal pada tahap ini,” ujar Robby Effendy.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
