
Tembok pembatas rumah roboh di Kampung Bakom, Desa Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat. Satu keluarga tertimbun, dua orang di antaranya tewas, Minggu (6/2). Ahmad Fikri/Antara
JawaPos.com–Satu keluarga di Cianjur, Jawa Barat, tertimbun bangunan rumah yang roboh akibat tertimpa tembok pembatas rumah setinggi empat meter. Dua orang penghuni meninggal dunia dan anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka.
Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Wibowo seperti dilansir dari Antara di Cianjur mengatakan, ambruknya tembok pembatas rumah tersebut terjadi saat hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam. Sehingga, membuat tembok pembatas rumah setinggi empat meter di Kampung Bakom, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, ambruk.
”Tembok pembatas itu, langsung menghantam rumah di bawahnya, hingga roboh. Satu keluarga sempat tertimbun bangunan rumah yang nyaris rata dengan tanah. Relawan, aparat dan warga setempat langsung melakukan evakuasi dengan alat seadanya,” kata Rudi Wibowo pada Minggu (6/2).
Satu keluarga yang terdiri atas pasangan suami istri Yayan dan Eti serta dua anaknya, Murpitasari, 11, dan Nazwa Mufita, 4, sempat tertimbun selama beberapa puluh menit. Saat berhasil dievakuasi, kedua anaknya ditemukan sudah tidak bernyawa, sedangkan Eti mengalami luka serius.
Eti dibawa ke RSUD Cimacan, untuk mendapatkan pertolongan medis karena luka yang diderita, sedangkan Yayan diungsikan ke rumah tetangga karena hanya mengalami luka ringan.
”Kejadiannya tiba-tiba, sehingga satu keluarga yang berada di dalam rumah, tidak sempat menyelamatkan diri. Dua anak pemilik rumah meninggal dunia, istrinya menjalani perawatan di RSUD Cimacan,” terang Rudi Wibowo.
Keterangan saksi mata warga sekitar, sempat mendengar suara dentuman yang cukup keras, ketika tembok tinggi pembatas rumah itu ambruk menghantam rumah keluarga Yayan yang saat itu sedang berada di dalam rumah dan tidak sempat keluar.
”Sebagian besar warga berdiam diri di rumah karena sejak pagi hujan turun deras, kami baru tahu setelah mendengar suara dentuman cukup keras. Saat keluar rumah, kami mendapati rumah Yayan sudah ambruk tertimpa tembok pembatas di bagian belakang rumah,” kata Edon 38, saksi mata warga sekitar.
Dia bersama warga lain berusaha melakukan evakuasi, meski terkendala dengan peralatan dan bangunan yang nyaris rata dengan tanah. Setelah relawan dan aparat TNI/Polri datang, satu per satu tubuh keluarga Yayan berhasil dikeluarkan.
”Kedua anak perempuan Yayan meninggal dunia karena tertimpa bangunan rumah yang ambruk dan tembok yang roboh, sedangkan Eti yang ditemukan di posisi bersama anaknya itu selamat, meski mengalami luka parah,” tutur Edon.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
