Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Februari 2022 | 14.55 WIB

Kasus Penyebaran Covid-19 Sekolah Kembali Ditemukan di Solo Raya

SMA Warga di Surakarta, Jawa Tengah. Aris Wasita/Antara - Image

SMA Warga di Surakarta, Jawa Tengah. Aris Wasita/Antara

JawaPos.com–Kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah kembali ditemukan di wilayah Solo Raya. Kali ini di SMA IT Nur Hidayah Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala SMA IT Nur Hidayah Muhammad Ihsan Fauzi mengatakan, hingga saat ini, ada sebanyak 79 siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Itu diketahui dari hasil tes antigen yang mereka ikuti.

”Dari jumlah itu yang karantina (isolasi) sebanyak 75 siswa, yang sudah dibawa pulang ada empat siswa,” kata Ihsan Fauzi seperti dilansir dari Antara di Sukoharjo.

Dia mengatakan, sebagian para siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut dalam kondisi gejala ringan. Sebagian lagi orang tanpa gejala (OTG).

Dia menjeaskan, kasus tersebut berawal dari beberapa siswa yang mengeluhkan sakit sehingga melakukan pemeriksaan di klinik milik sekolah.

”Ini kan musim hujan, terus beberapa anak sakit, kemudian ada yang kita periksakan ke klinik. Di situ kan swab antigen dan ada tiga anak yang reaktif. Kemudian saya dapat informasi itu (siswa reaktif) ada satu lagi yang reaktif. Saya ketemu pihak Puskesmas dan kami kerja samauntuk penelusuran kontak,” terang Ihsan Fauzi.

Menurut Ihsan Fauzi, dari penelusuran kontak akhirnya ada 180 siswa yang menjalani tes antigen. Dari total tersebut, ditemukan sebanyak 35 anak dengan hasil reaktif.

”Selanjutnya kami koordinasi dengan Danramil dan Kapolsek yang menyarankan agar anak-anak isolasi terpusat di Donohudan. Tetapi kan di sana sudah jadi RS darurat jadi OTG dan gejala ringan tidak bisa di sana. Akhirnya mereka isolasi mandiri di asrama anak-anak, ada pemantauan dari Puskesmas juga,” tutur Ihsan Fauzi.

Tes antigen berikutnya dilakukan pada Senin (31/1) kepada sebanyak 163 anak dan diperoleh 40 anak positif Covid-19. ”Dengan jumlah anak posotif ini, PTM dihentikan dulu. Sesuai dengan aturan jika (jumlah positif Covid-19) lebih dari lima persen maka PTM dihentikan selama dua pekan,” ucap Ihsan Fauzi.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, jumlah kasus Covid-19 aktif di Kabupaten Sukoharjo hingga Sabtu (29/1) tercatat sebanyak 51 kasus. Kasus yang terjadi saat ini didominasi klaster keluarga dan sekolah.

”Untuk kasus yang ditemukan ada di salah satu sekolah kami boarding school di Kartasura, ditemukan 34 siswa kasus konfirmasi. Lalu ditindaklanjuti kontak eratnya ada sekitar 40 siswa konfirmasi namun belum kami kirim untuk PCR-nya,” ujar Yunia Wahdiyati.

Sebelumnya, klaster Covid-19 di sekolah ditemukan di SMA Warga Surakarta. Hingga saat ini di sekolah tersebut ditemukan sebanyak 29 guru, karyawan sekolah, dan siswa, yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore