
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam mangrove dan melepas liar burung dalam Festival Mangrove VI Pemprov Jatim di Kabupaten Sumenep, Selasa (26/12).
JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penanaman 22.500 bibit mangrove dalam Festival Mangrove VI Pemprov Jatim di Kabupaten Sumenep, Selasa (26/12).
Gubernur Khofifah memimpin penanaman mangrove di Taman Merdeka Kalianget, Kabupaten Sumenep. Penanaman juga dilakukan di 40 desa pesisir di Kabupaten Sumenep termasuk di kepulauan yang merupakan satu rangkaian dalam kegiatan Festival Mangrove.
Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Sumenep, Sekdaprov Jatim, dan Kepala Dishut Jatim juga melakukan penanaman cemara udang. Dilanjutkan pelepasliaran burung air Pecuk Padi Hitam serta burung tekukur.
Khofifah mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk sedekah oksigen untuk menjaga keseimbangan alam. Pihaknya meminta usai penanaman, mangrove dirawat dan dipelihara agar bisa dirasakan manfaatnya.
”Setiap hari kalau bisa menanam. Karena jadi bagian sedekah oksigen. Tapi ini hanya akan menjadi sedekah oksigen kalau setelah ditanam juga dipelihara. Sebab kalau setelah ditanam tidak dipelihara, ya nggak jadi apa-apa,” papar Khofifah.
Berdasar data Dishut Jatim sejak 2020, telah dilaksanakan penanaman mangrove di pesisir Jatim melalui dana APBD, APBN, dan dukungan para pihak lain seluas 2.015,08 hektare atau 7.108.447 batang bibit mangrove.
Khofifah menambahkan, kegiatan itu juga merupakan serangkaian penanaman Multipurpose Tree Species (MPTS) di berbagai daerah. ”Ekosistem alam, ini memang perlu dikelola untuk dijaga keseimbangannya. Terlebih, dengan merawat alam, manusia akan lebih terlindung dari potensi bencana,” tutur Khofifah.
Khofifah menyatakan, selain melakukan upaya penanaman bibit mangrove yang masif, juga mengusahakan penghijauan kembali padang savana Bromo yang sempat terbakar awal September.
Dalam Festival Mangrove, Gubernur Khofifah juga memberikan masing-masing 1.500 bibit cemara udang kepada Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Gubernur juga turut menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah Madura. Antara lain, bantuan bibit penghijauan lingkungan kepada 5 KTH, bantuan penanaman hutan rakyat masing-masing seluas 2,5 hektare kepada 4 KTH, bantuan stup lebah madu (Apis cerana) masing-masing sejumlah 25 unit kepada 3 KTH, dan bantuan stup lebah madu (Trigona) sejumlah 134 unit kepada KTH Jambul Kuning dari Masalembu Kabupaten Sumenep. Selain itu, diserahkan pula piagam penghargaan kepada 20 pihak atas dukungan upaya pelestarian ekosistem di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah juga berkesempatan meninjau 30 stan pameran, gelar inovasi kinerja/kaji terap/produk KTH Binaan penyuluh kehutanan dan UMKM. Festival juga diramaikan dengan kegiatan edukasi pelestarian mangrove kepada generasi muda masyarakat sekitar dan hiburan rakyat.
Ada juga pengobatan gratis oleh IKA Unair. Layanan kesehatan itu merupakan gerakan sangat integratif yang hampir selalu dilakukan IKA Unair di setiap acara penanaman bibit mangrove di berbagai daerah di Jatim.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
