
Ilustrasi: Truk sampah DKI dilarang melintas 24 jam menuju TPST Bantar Gebang.
JawaPos.com - Kisruh mengenai perjanjian kerjama pengelolaan sampah di Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, antar Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi masih berlanjut. Bahkan Pemkot Bekasi berencana membatasi jam angkut sampah.
Rencana Pemkot Bekasi itu pun mendapatkan tanggapan dari sopir truk sampah DKI. Mereka ingin agar tetap bisa mengirim sampah selama 24 jam. Sehingga tidak ada batasan waktu pengiriman sampah.
Salah seorang sopir pengemudi Dumptruck Oding, 45, mengaku keberatan jika ada pembatasan waktu jam buang sampah. Karena menurutnya akan terjadi penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS).
"Kalau sudah pemberlakuan jam tertentu, berat pasti. Sampah numpuk juga. Dan warga sekitaran sini juga pasti banyak yang mengeluh nantinya," kata Oding saat ditemui JawaPos.com di kawasan Pasar Klender.
Lantaran Pemprov DKI Jakarta tidak menunaikan kewajibannya, Pemkot Bekasi berencana membatasi jam pengiriman sampah. Dari semula bebas 24 jam, akan dibatasi hanya diperbolehkan dari pukul 21.00 sampai 05.00 WIB.
Oding menjelaskan saat ini ada dua jalur yang dapat dilewatinya menuju TPST Bantar Gebang. Yakni keluar melalui Pintu Tol Jati Asih dan Pintu Tol Cileungsi Namun dia enggan melewati tol Cileungsi, karena biaya e-tol yang diberlakukan di kawasan itu naik.
"Sebenarnya berat juga kalau tidak lewat bawah. Soalnya e-tolnya itu sekarang Rp 22.500 dari dari sebelumnya Rp 11.500 berarti hampir 100 persen gitu naiknya kan," kata Oding.
Sementara, atas adanya peristiwa ditahannya 51 truk sampah milik DKI, Oding pun berharap agar DKI memiliki tempat pengelolaan sampah sendiri. Sehingga dia dan rekan-rekan seprofesinya bisa tenang saat membuang sampah. Tak perlu khawatir lagi dihadang.
"Hati nurani mah inginnya Jakarta punya pembuangan (TPST) sendiri. Jadi tidak ada perlu halangan seperti ini lagi. Aman di jalan, tidak seperti kemari lagi," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
