
Sopir truk sampah mengikuti tes kesehatan gratis. (YOGI WAHYU PRIYONO/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sopir truk sampah di DKI Jakarta menghadapi tantangan cukup berat dalam melakoni pekerjaannya. Mereka sangat berisiko kelelahan berlebihan saat bekerja dan terpapar penyakit yang disertai komorbid. Untuk itu, 1.300 sopir truk sampah diberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur.
Layanan CKG itu berlangsung di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan pemeriksaan itu berlangsung bertahap dan ditargetkan rampung dalam jangka waktu 10 hingga 13 hari ke depan.
Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur Herwin Meifendy mengatakan, rangkaian pemeriksaan yang diberikan sangat komprehensif. Mulai dari pengukuran dasar seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah, hingga pengecekan gula darah sewaktu. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan gigi sederhana, pemeriksaan fungsi mata dan telinga, serta skrining Tuberkulosis (TBC) melalui pengambilan sampel dahak.
Dia menambahkan, pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara bergiliran dengan target sekitar 100 sopir setiap hari. "Kami mengerahkan dua tim yang terdiri dari 10 tenaga kesehatan untuk memberikan layanan ini," ujarnya pada Senin (22/12).
Kegiatan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menginginkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh sopir truk sampah. Langkah ini diambil setelah terjadi kasus dua sopir truk yang meninggal dunia saat bertugas di TPST Bantar Gebang.
Adapun tujuan utama pemeriksaan kesehatan ini adalah untuk menjaga stamina para sopir dan mendeteksi dini penyakit, terutama penyakit komorbid, sehingga tidak terjadi kelelahan berlebihan saat bekerja. Selain pemeriksaan, sopir yang berpartisipasi juga mendapatkan vitamin, obat sesuai dengan keluhan yang diajukan, serta makanan ringan dan minuman.
"Jika hasil skrining menunjukkan perlunya penanganan lanjutan, kami siap melakukan rujukan ke rumah sakit. Namun, sejauh ini belum ditemukan sopir dengan kondisi sakit berat," terangnya.
Walimukti, 36, salah seorang sopir truk sampah dari Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mengaku sangat senang dengan adanya skrining kesehatan tersebut. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya ia menjalani pemeriksaan kesehatan di TPST Bantar Gebang. "Alhamdulillah hasilnya baik, tidak ada penyakit. Tadi darah dan dahak juga diambil untuk dicek," ungkapnya.
Walimukti berharap bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dapat terus dilakukan agar kondisi kesehatan para sopir selalu terpantau. "Kalau tidak sakit biasanya jarang periksa. Melalui kegiatan seperti ini jadi lebih peduli kesehatan," tandasnya. (Ygi)

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
