
Ipda Rochmat Tri Marwoto (kiri) bersama Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.
JawaPos.com- Ipda Rochmat Tri Marwoto dikenal sebagai salah satu polisi yang punya kepedulian terhadap anak-anak terlantar. Waktu masih berpangkat Brigpol, dia mendidik dan menyekolahkan 69 anak-anak terlantar di Mako Brimob Madiun.
Atas kepedulian tersebut, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian memberinya hadiah istimewa. Tahun 2017 lalu, Rochmat bisa mengenyam pendidikan sekolah calon perwira (Secapa). Pangkatnya naik jadi Ipda. Balok satu menempel gagah di pundaknya.
Lantaran aksi kemanusiaan itu, Leodwyk Pasulatan, seorang yang mengaku perwakilan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ikut memberikan penghargaan. Penyerahan penghargaan itu diserahkan di rumah Rochmat, di Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin (15/10).
Prosesi penyerahan penghargaan itu berlangsung formal. Sejumlah tamu penting turut hadir. Mulai Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Bupati Madiun Ahmad Dawami, Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu, Kajari Madiun Sugeng Sumarno, sampai Sekda Kota Madiun Rusdiyanto.
Namun, selang beberapa hari kemudian, Rochmat kecele. Penghargaan yang diterimanya bukan dari PBB. Leodwyk disebut tidak lagi bekerja di PBB.
Kamis (10/18), Rochmat menceritakan awal mula pemberian penghargaan abal-abal itu. Dia mengaku mendapat telepon dari Bhayangkara Investigasi News sekitar pertengahan September lalu. "Ya saya welcome saja. Saya tidak kroscek, karena namanya orang berniat baik, kenapa harus dikroscek. Saya berbaik sangka saja," cerita Rochmat.
Melalui telepon itu, Rochmat diberitahu jika akan ada perwakilan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang akan memberikan penghargaan. Penghargaan tersebut terkait dengan keberhasilan Rochmat yang telah mendidik dan menyekolahkan 69 anak terlantar di Madiun.
Saat muncul kabar jika oknum perwakilan PBB itu memberikan penghargaan palsu. Rochmat mencoba mengkroscek. Dia mengaku sempat berkomunikasi via WhatsApp dengan Kepala Perwakilan UNICEF Seluruh Jawa Arie Rukmantara.
Rochmat kemudian diberitahu bahwa Leodewyk Pasulatan sudah resign dari PBB. Setelah mendapat kepastian kabar, Rochmat tidak merasa dirugikan atas penghargaan palsu tersebut. Hanya saja dirinya sudah menghancurkan penghargaan berupa piala berbahan campuran palet dan vinil itu. "Dia (Leodewyk, Red) itu sudah resign, tapi surat resign-nya belum keluar. Jadi, saya pecahin (pialanya), lalu lebur, terus buang ke toilet," sambungnya.
Sementara itu, Polda Jatim memastikan tidak akan memperpanjang permasalahan tersebut ke ranah hukum. Sebab, Kapolri sendiri sudah memberikan penghargaan dan kenaikan jabatan kepada Rochmat.
Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, meskipun penghargaan itu palsu, namun apa yang telah dilakukan Rochmat tetap menginspirasi anggota polisi lainnya. "Bagi Polri, yang terpenting adalah Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian sudah memberikan penghargaan tertinggi. Yakni, dengan menyekolahkan yang bersangkutan (Rochmat, Red)," kata Barung.
Barung menambahkan, pihaknya akan tetap mengklarifikasi lagi kebenaran terkait penghargaan dari perwakilan PBB tersebut. Namun, dia menegaskan tidak akan membawa insiden tersebut ke ranah hukum.
"Pemanggilan apa? tidak ada pemanggilan. Tidak ada pelanggaran apapun. Tidak ada pidana apapun. Kecuali, pihak UN sendiri yang melaporkan. Karena ini tergolong delik aduan. Kami sudah kroscek,” tegas Barung.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
