
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda bersama petugas BPOM melakukan sidak di sejumlah apotek, Kamis (4/11). Pemkot Palembang/Antara
JawaPos.com–Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang temukan peredaran obat, suplemen, dan kosmetik, kedaluwarsa hingga tak memiliki izin edar di sejumlah apotek di kota tersebut.
Kepala Bidang Pemeriksaan BPOM Palembang Aquirina Leonora mengatakan, pihaknya menemukan obat-obatan yang kedaluwarsa dijual di dua apotek, yakni Apotek Lintang dan Apotek Algi. ”Ini menjadi tantangan bagi pengawasan, agar bisa lebih melindungi kesehatan bagi masyarakat Palembang. Jangan sampai ini dipakai masyarakat dan berefek tidak baik,” kata Aquirina Leonora seperti dilansir dari Antara.
Aquirina menambahkan, sidak juga menemukan ada pangan yang memiliki klaim berlebihan pada label. Mestinya, pangan itu masuk kategori tradisional. Seperti madu, tidak miliki izin edar dan tidak memiliki izin kesehatan.
Selain itu, BPOM juga menemukan salep atau krim penyakit kulit yang masa pakainya sudah habis. Terkait itu, BPOM segera menindaklanjuti apotek yang nakal tersebut dengan memberikan peringatan keras.
”Akan kami kawal, dan kami sudah sampaikan ke pihak apotek untuk menelusuri kesalahan besar itu, dari mana obatnya dan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian ketidaksengajaan,” ujar Aquirina Leonora.
Sementara itu Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menambahkan, pemkot memberikan peringatan keras kepada apotek tersebut. ”Sebetulnya ini adalah peringatan kedua, karena pada 2017 sudah ditemukan hal serupa di apotek ini,” ujar Fitrianti Agustinda.
Adapun tindakan yang diambil berupa peringatan keras kepada apotek yang telah menjual obat kedaluwarsa dan tak memiliki izin. Sanksi berupa peringatan keras dan dievaluasi untuk mencabut izin usaha, sesuai rekomendasi dari BPOM dan ditindaklanjut Dinkes dan Dinas PTSP Palembang.
Menurut Fitrianti, jika obat yang kedaluwarsa tetap dikonsumsi tentu tidak akan bermanfaat dan menimbulkan efek keracunan. ”Kami imbau apotek di Palembang agar mengecek obat-obatan ataupun suplemen yang kedaluwarsa dan tidak memiliki izin,” ucap Fitrianti Agustinda.
Termasuk dalam pengawasan kosmetik pun menjadi sasaran dalam sidak tersebut. ”Kami akan lakukan sidak secara kontinyu. Jadi bukan hanya obat dan suplemen, serta bahan pangan saja. Kosmetik juga jadi sasaran kami,” tambah dia.
Dari hasil sidak itu, ada 10 jenis obat dan suplemen yang ditemukan dan disita, didominasi obat-obatan yang kedaluwarsa.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
