Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2023 | 00.25 WIB

Pengidap HIV di Semarang Makin Memprihatinkan, Bertambah 535 Kasus Dalam Setahun!

Ilustrasi HIV/AIDS. - Image

Ilustrasi HIV/AIDS.

JawaPos.Com - Kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan AIDS di Semarang, Jawa Tengah kian memprihatinkan.

Pasalnya dalam kurung waktu satu tahun yakni di tahun 2023, pengidap HIV di Semarang disebutkan bertambah 535 kasus.

Data tersebut, telah diungkapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagaimana di lansir JawaPos.Com dari Radar Semarang.

Sedangkan menurut data secara akumulatif, Dinas Kesehatan mencatat jumlah kasus sejak tahun 1995 hingga 2023 terdapat 7.943 penderita HIV/AIDS.

Faktor risiko paling tinggi makarknya kasus HIV yakni akibat hubungan sesama jenis homoseksual yang mencapai 51 persen.

Diketahui, mayoritas penderita berdiomisili di Kota Semarang, yakni sebanyak 63 persen, sisanya luar kota.

Menurut data yang disampaikan Dinkes, mayoritas kasus menjangkit laki-laki, sebanyak 69 persen.

"Berdasarkan distribusi kasus paling tinggi adalah di Kecamatan Semarang Barat, Tembalang, Genuk, Pedurungan, Ngaliyan, dan Semarang Utara," ungkap Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam.

Data tersebut juga menyampaikan Standar Pelayanan Minimal untuk HIV adalah capaian orang dengan risiko HIV melalui tes.

Capaian standar pelayanan minimal dihitung dari capaian realisasi dari sasaran yang diestimasikan.

Kemudian komponen HIV/kelompok orang dengan Risiko Terinfeksi HIV yang di skrining HIV pada Ibu Hamil 84 persen, Pasien TB 146 persen, IMS 271 persen, penjaja seks 128 persen. Kemudian homoseksual 143 persen, waria 304 persen.

Selain itu, pengguna napza suntik 545 persen, warga binaan pemasyarakatan 131 persen. Capaian tahun 2023 tercatat 101 persen.

"Tantangan dalam penanggulangan HIV dan AIDS adalah temuan kasus HIV 37 persen luar Kota Semarang. Sehingga kesulitan dalam tracing lost follow up therapy ARV dan akses obat ARV," bebernya.

Hakam menegaskan, sebanyak 51 persen faktor risiko HIV dari homoseksual dengan umur yang muda (20-44 tahun). “Kondisi ini berdampak pada angkatan kerja yang kurang produktif," imbuhnya.

Dinkes selama ini berupaya meningkatkan pelayanan HIV. Di antaranya menambah fasyankes pelayanan dan pengobatan HIV, Layanan Pengobatan dan Tes Malam Hari (Lydia Dimari), Layanan Antar Obat ARV Gratis (Layar Artis) serta Dhrive Thrue ambil obat TBC.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore