
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Landoh, Kecamatan Sulang akan menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana merelokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh dalam waktu dekat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan lahan sekitar 20 hektare di wilayah GOR Mbesi sebagai tempat pembuangan sementara.
Dilansir dari Radar Kudus, Pemerintah Pusat akan memberikan fasilitas pengelolaan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Landoh. RDF merupakan teknologi pengelolaan sampah menjadi bahan bakar.
Area pembuangan di Kecamatan Sulang itu pun diperluas. Rencananya, proses pekerjaan dimulai pada 2024. Pemkab Rembang mempersiapkan infrastruktur penunjang.
Kepala DLH Rembang Ika Himawan Affandi membenarkan jika RDF akan diberikan pemerintah pusat. Pemkab bertugas mendampingi dengan menyiapkan sarana prasarana (sarpras) pendukung. Seperti kendaraan truk.
”Itu ada delapan dump truk. Nanti tahun depan rencananya ada dua lagi,” kata Ika Himawan Affandi.
Selain itu, akses jalan menuju TPA Landoh juga perlu dilebarkan. Menurut Ika, saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang telah merencanakan proyek pelebaran jalan menuju TPA Landoh.
”Diperlebar dan ditingkatkan PU,” ujar Ika Himawan Affandi.
Pembangunan akan dimulai sekitar Maret atau April tahun 2024 dengan target penyelesaian sekitar delapan bulan. Sehingga, selama proses pembangunan area TPA, pemkab harus membuat tempat penampungan sementara.
Pemkab pun kemudian memilih wilayah GOR Mbesi sebagai tempat relokasi dan menyiapkan lahan sekitar 20 hektare. Nanti, sampah-sampah ditampung di GOR Mbesi sekitar delapan bulan. Setelah itu, akan dikembalikan lagi ke TPA Landoh untuk digunakan sebagai bahan baku RDF.
”Sampah tidak boleh masuk ke TPA. Kami sambung sementara di (sekitar) GOR selama delapan bulan,” terang Ika Himawan Affandi.
Ika mengklaim lokasi TPA Sementara sudah jauh dari permukiman warga.
”Kami ada 20 hektare. Itu sudah jauh dari warga dan cuma sementara. Setelah itu kami ambil lagi kami taruh ke TPA (Landoh) untuk diolah,” tutur Ika Himawan Affandi.
Selain soal infrastruktur penunjang, pemkab juga telah menyiapkan rencana pemanfaatan RDF. Saat ini, sudah ada bekerja sama dengan Semen Gresik yang akan menjadi pengguna produk RDF. Sampah-sampah itu akan diolah sedemikian rupa untuk mengganti batu bara.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
