Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 00.03 WIB

PVMBG Pastikan Tidak Ada Peningkatan Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu

Kondisi visual kawah Gunung Tangkuban Parahu yang saat ini masih berstatus Level I atau normal di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (8/12). - Image

Kondisi visual kawah Gunung Tangkuban Parahu yang saat ini masih berstatus Level I atau normal di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (8/12).

JawaPos.com–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan hingga saat ini, tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat.

” PVMBG menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Parahu sampai saat ini dalam kondisi Level I atau normal,” kata Kepala PVMBG Kementerian ESDM Hendra Gunawan seperti dilansir dari Antara di Bandung, Jumat (8/12).

Sebelumnya, pada Kamis (7/12) sempat beredar video yang menggambarkan adanya erupsi di Gunung Tangkuban Parahu. Atas dasar kabar tersebut, kata dia, pihaknya tidak mendapatkan informasi bahwa status gunung ini tidak terjadi peningkatan status, dari Level I menjadi Level II atau waspada.

Hendra mengatakan, video tersebut memang pernah terjadi, akan tetapi pada 2019. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing kabar tentang peningkatan aktivitas gunung yang berada di wilayah Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Subang.

”Mohon masyarakat untuk tetap tenang menanggapi beredarnya isu-isu tentang erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Foto atau video yang beredar itu adalah erupsi pada Juli 2019,” terang Hendra Gunawan.

Dia meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan resmi PVMBG atau BPBD setempat.

”Sehingga masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan berita-berita tentang aktivitas gunung api yang ada di portal resmi PVMBG,” terang Hendra Gunawan.

Menurut data kegempaan, Gunung Tangkuban Parahu juga tidak menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Jumlah gempa tercatat 12 kali dengan amplitudo 1,5-6 mm dan durasi gempa 8-16 detik.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memitigasi potensi bencana di Jawa Barat.

”Kami ingin berkoordinasi dengan Badan Geologi, khususnya memitigasi bencana karena saat ini kita sudah memasuki musim hujan yang ekstrem dengan banyak terjadi longsor dan gerakan tanah. Kami ingin tahu lebih detail seperti apa dan apakah bisa dihindari,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin.

Bey juga mengapresiasi Kementerian ESDM yang telah meluncurkan portal atau laman web yang menampilkan berbagai informasi terkait geologi di Indonesia, yang bisa diakses oleh semua masyarakat dengan bisa dilihat bagaimana situasi di lokasi.

”Di dalamnya ada wilayah atau situasi berwarna merah yang berarti harus siaga, tapi mohon diingat jangan panik, namun ini menuntut kita lebih waspada lagi, tapi tidak perlu ditanggapi berlebihan,” ujar Bey.

Selain dengan Badan Geologi, Bey mengatakan, Pemprov Jabar juga berkoordinasi dengan berbagai pihak lain, termasuk TNI dan Polri sebagai antisipasi dalam menghadapi bencana.

Terkait informasi kebencanaan, kata Bey, selain bisa didapatkan melalui portal, juga ada layanan telepon 136 yang berguna untuk memberikan konfirmasi dan informasi terkait bencana.

”Jika masyarakat ingin tahu apakah berita letupan gunung berapi dan pergerakan tanah benar atau tidak, bisa menghubungi call center itu. Kita harus hati-hati dan jangan panik tapi harus waspada,” tambah Bey.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore