
Kondisi visual kawah Gunung Tangkuban Parahu yang saat ini masih berstatus Level I atau normal di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (8/12).
JawaPos.com–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan hingga saat ini, tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat.
” PVMBG menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Parahu sampai saat ini dalam kondisi Level I atau normal,” kata Kepala PVMBG Kementerian ESDM Hendra Gunawan seperti dilansir dari Antara di Bandung, Jumat (8/12).
Sebelumnya, pada Kamis (7/12) sempat beredar video yang menggambarkan adanya erupsi di Gunung Tangkuban Parahu. Atas dasar kabar tersebut, kata dia, pihaknya tidak mendapatkan informasi bahwa status gunung ini tidak terjadi peningkatan status, dari Level I menjadi Level II atau waspada.
Hendra mengatakan, video tersebut memang pernah terjadi, akan tetapi pada 2019. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing kabar tentang peningkatan aktivitas gunung yang berada di wilayah Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Subang.
”Mohon masyarakat untuk tetap tenang menanggapi beredarnya isu-isu tentang erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Foto atau video yang beredar itu adalah erupsi pada Juli 2019,” terang Hendra Gunawan.
Dia meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan resmi PVMBG atau BPBD setempat.
”Sehingga masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan berita-berita tentang aktivitas gunung api yang ada di portal resmi PVMBG,” terang Hendra Gunawan.
Menurut data kegempaan, Gunung Tangkuban Parahu juga tidak menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Jumlah gempa tercatat 12 kali dengan amplitudo 1,5-6 mm dan durasi gempa 8-16 detik.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memitigasi potensi bencana di Jawa Barat.
”Kami ingin berkoordinasi dengan Badan Geologi, khususnya memitigasi bencana karena saat ini kita sudah memasuki musim hujan yang ekstrem dengan banyak terjadi longsor dan gerakan tanah. Kami ingin tahu lebih detail seperti apa dan apakah bisa dihindari,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin.
Bey juga mengapresiasi Kementerian ESDM yang telah meluncurkan portal atau laman web yang menampilkan berbagai informasi terkait geologi di Indonesia, yang bisa diakses oleh semua masyarakat dengan bisa dilihat bagaimana situasi di lokasi.
”Di dalamnya ada wilayah atau situasi berwarna merah yang berarti harus siaga, tapi mohon diingat jangan panik, namun ini menuntut kita lebih waspada lagi, tapi tidak perlu ditanggapi berlebihan,” ujar Bey.
Selain dengan Badan Geologi, Bey mengatakan, Pemprov Jabar juga berkoordinasi dengan berbagai pihak lain, termasuk TNI dan Polri sebagai antisipasi dalam menghadapi bencana.
Terkait informasi kebencanaan, kata Bey, selain bisa didapatkan melalui portal, juga ada layanan telepon 136 yang berguna untuk memberikan konfirmasi dan informasi terkait bencana.
”Jika masyarakat ingin tahu apakah berita letupan gunung berapi dan pergerakan tanah benar atau tidak, bisa menghubungi call center itu. Kita harus hati-hati dan jangan panik tapi harus waspada,” tambah Bey.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
