
Kegiatan Serat Kartini agar perempuan lebih berdaya, diberi motivasi, pengarusutamaan gender, dan lainnya.
JawaPos.com–Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini atau Serat Kartini yang diadakan Dinas P3AP2KB (Dinas Perempuan dan Anak) Jawa Tengah berlangsung meriah. Acara digelar di Hotel Swiss Bel Inn Saripetojo Surakarta, Selasa (5/6) malam.
Kendati kegiatan hingga malam hari, antusias peserta acara bertema Transformasi Gerakan Perempuan Akar Rumput Melalui Peningkatan Kesadaran dan Berpikir Kritis, tetap tinggi. Peserta asal Kabupaten Wonogiri Sri Sundarini menyatakan, senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Dia menilai, kegiatannya amat positif dan sangat menyenangkan.
”Kita dapat ilmu banyak, yang nanti kita aplikasikan. Nanti bisa kami share,” kata perempuan yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri tersebut.
Menurut dia, dalam kegiatan itu, peserta bisa mendapatkan pengetahuan soal pemberdayaan perempuan. Dia bisa mendapatkan banyak pelajaran berharga.
”Ilmu yang sebelumnya tidak tahu jadi lebih tahu, seperti halnya pemberdayaan perempuan. Saya lebih tahu soal pemberdayaan sekarang,” ujar Sri.
Kendati kegiatan Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini atau Serat Kartini hingga malam hari, antusias peserta tetap tinggi.
Peserta lain asal Solo, Islasia Diena Sandra mengatakan, kegiatan tersebut bisa menstimulus perempuan untuk dapat melestarikan budaya dan tanggung jawab besar yang harus diemban. Dengan mengikuti kegiatan, dia bisa mendapatkan ilmu bermanfaat, yang condong pada pengarusutamaan gender.
”Saya sangat mendukung adanya kegiatan ini, sangat berguna untuk perempuan Indonesia. Tentu saja, kegiatan ini sangat positif dan penting,” tutur Islasia Diena Sandra, dari Gender Champion 2023 Kota Solo itu.
Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jateng Retno Sudewi mengatakan, kegiatan Serat Kartini merupakan sekolah cerdas masa kini. Sasarannya adalah kepala bidang, kepala PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) kabupaten/kota,” kata Dewi, di sela-sela acara.
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut digelar agar perempuan lebih berdaya. Mereka pun diberi motivasi, pengarusutamaan gender, dan lainnya. Bagaimana pun, seorang perempuan harus melek politik, ekonomi, media, dan hukum.
”Supaya nanti perempuan bisa cerdas, mengembangkan bakat dan segala daya kemampuan potensi yang ada. Sehingga nanti dia bisa mencerdaskan, juga pola asuh kepada anaknya,” beber Dewi.
Dia berharap, para peserta bisa mengimplementasikan ilmu ke kabupaten/kota. Mereka juga akan jadi pelopor atau penggerak di lingkungan masyarakat, supaya jadi perempuan cerdas dan berdaya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng Ema Rachmawati menilai, kegiatan seperti itu sangat bagus, bisa meningkatkan kapasitas perempuan. Dengan begitu, perempuan terdorong untuk berubah, dan mau menggerakkan perubahan untuk masyarakat sekitar.
”Saya pikir, pendidikan ini jadi penting karena isu hukum, media, ekonomi, dan politik. Kenapa politik? Karena di situ kita mengambil keputusan, sehingga perempuan harus terlibat mempunyai strategi, bagaimana dia ikut terlibat dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh semua level pemerintahan,” kata Ema di lokasi.
Dengan melek hukum, kata dia, bila ada masalah, perempuan akan tahu ke mana harus melaporkan, tahu apakah permasalahannya terkait secara hukum atau tidak, dan lainnya. Perempuan juga harus melek ekonomi, yaitu harus mandiri. Di antaranya punya usaha atau pekerjaan, supaya memiliki kemandirian ekonomi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
