
Potret Pabrik Karton Pasuruan pada tahun 1900-an. Bangunan yang sempat berganti-ganti kepemilikan dan ganti pemanfaatan/sumber: Radar Bromo
JawaPos.com – Terletak di tengah-tengah kota, pabrik karton Pasuruan ini memiliki sejarah panjang. Sebelum Indonesia merdeka, yang terus berganti-ganti kepemilikan hingga kini tertutup untuk umum.
Bangunan itu cukup ikonik dengan khas arsitektur Belanda, yang berada di sisi barat Jalan Wahidin, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Bangunan itu dikenal oleh masyarakat dengan sebutan pabrik karton, pabrik yang pernah berjaya pada masa penjajahan Hindia-Belanda.
Pemerhati sejarah Pasuruan, Budiman Sujatmiko mengungkapkan, sebelum menjadi pabrik karton, bangunan ini berulang kali digunakan untuk sejumlah bisnis.
Dikutip dari Radar Bromo, pada Senin (4/12). Bangunan itu berdiri pada 1886, yang awalnya digunakan sebagai pabrik pengeringan dan pemrosesan kopi.
Pemiliknya adalah seorang pengusaha yang bergerak di sejumlah bisnis, Mr D. Mounier. Ia juga seorang pengacara di Surabaya, yang memiliki usaha kopi Gondanglegi, Malang; kopi dan coklat di Banyuwangi hingga Kina di wilayah Tengger.
“Mr D. Mounier ini pengusaha sukses. Saat itu dia juga sebagai mantan pemilik Pabrik Gula Djenggolo I di Sidoarjo,” tutur Budiman.
Tahun 1897, bangunan ini menjadi gudang untuk semen dan kapur merek “Gembong” yang diproduksi oleh pabrik di Surabaya. Pabrik semen ini memasok untuk pemerintah di wilayah timur Indonesia.
Namun, tahun 1911 pabrik ini tercatat berganti kepemilikan. Dibeli oleh A.J. Over De Linden, yang bergerak di bidang penggilingan kopi, padi, air dan listrik.
Baca Juga: BBN Airlines Indonesia Terima Pendanaan USD 6,2 Juta untuk Tambah Armada dan Tingkatkan Layanan
Setelah itu, pada 1913 kembali berganti pemilik. Seorang pengusaha Tiongkok bernama Tan Bian Thiang membelinya, dan tercatat pada peta tahun 1923-1944 sebagai pabrik pengolahan padi.
Setelah kemerdekaan, barulah bangunan ini digunakan untuk pabrik pengolahan padi dan pabrik karton.
“Aktivitas pabrik ini berhenti di awal tahun 1990-an, sebelum sempat berganti-ganti kepemilikan dan penggunaan,” lanjut Budiman.
Sempat hancur saat perang dan kini tertutup

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
