Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 03.05 WIB

Sejarah Pabrik Karton Pasuruan yang Berjaya pada Masa Penjajahan Hindia-Belanda, Kini Tertutup dan Tak Terawat

Potret Pabrik Karton Pasuruan pada tahun 1900-an. Bangunan yang sempat berganti-ganti kepemilikan dan ganti pemanfaatan/sumber: Radar Bromo - Image

Potret Pabrik Karton Pasuruan pada tahun 1900-an. Bangunan yang sempat berganti-ganti kepemilikan dan ganti pemanfaatan/sumber: Radar Bromo

JawaPos.com – Terletak di tengah-tengah kota, pabrik karton Pasuruan ini memiliki sejarah panjang. Sebelum Indonesia merdeka, yang terus berganti-ganti kepemilikan hingga kini tertutup untuk umum.

Bangunan itu cukup ikonik dengan khas arsitektur Belanda, yang berada di sisi barat Jalan Wahidin, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Bangunan itu dikenal oleh masyarakat dengan sebutan pabrik karton, pabrik yang pernah berjaya pada masa penjajahan Hindia-Belanda.

Pemerhati sejarah Pasuruan, Budiman Sujatmiko mengungkapkan, sebelum menjadi pabrik karton, bangunan ini berulang kali digunakan untuk sejumlah bisnis.

Dikutip dari Radar Bromo, pada Senin (4/12). Bangunan itu berdiri pada 1886, yang awalnya digunakan sebagai pabrik pengeringan dan pemrosesan kopi.

Pemiliknya adalah seorang pengusaha yang bergerak di sejumlah bisnis, Mr D. Mounier. Ia juga seorang pengacara di Surabaya, yang memiliki usaha kopi Gondanglegi, Malang; kopi dan coklat di Banyuwangi hingga Kina di wilayah Tengger.

“Mr D. Mounier ini pengusaha sukses. Saat itu dia juga sebagai mantan pemilik Pabrik Gula Djenggolo I di Sidoarjo,” tutur Budiman.

Tahun 1897, bangunan ini menjadi gudang untuk semen dan kapur merek “Gembong” yang diproduksi oleh pabrik di Surabaya. Pabrik semen ini memasok untuk pemerintah di wilayah timur Indonesia.

Namun, tahun 1911 pabrik ini tercatat berganti kepemilikan. Dibeli oleh A.J. Over De Linden, yang bergerak di bidang penggilingan kopi, padi, air dan listrik.

Setelah itu, pada 1913 kembali berganti pemilik. Seorang pengusaha Tiongkok bernama Tan Bian Thiang membelinya, dan tercatat pada peta tahun 1923-1944 sebagai pabrik pengolahan padi.

Setelah kemerdekaan, barulah bangunan ini digunakan untuk pabrik pengolahan padi dan pabrik karton.

“Aktivitas pabrik ini berhenti di awal tahun 1990-an, sebelum sempat berganti-ganti kepemilikan dan penggunaan,” lanjut Budiman.

Sempat hancur saat perang dan kini tertutup

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore