
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan bantuan kepada salah satu warga Lamongan.
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Lamongan yang berkomitmen untuk mengentas masalah kemiskinan. Salah satunya bekerja sama dengan program unggulan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan yakni 1 desa 5 mustahik.
Program kerja sama antara Pemkab Lamongan dengan Baznas Kabupaten Lamongan itu akan memberikan bantuan tunai Rp 500 ribu per satu semester. Dilakukan di seluruh desa di Kabupaten Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, bantuan itu ditujukan kepada masyarakat yang masih kurang sejahtera.
”Pentasharufan bantuan ini kami tunjukkan untuk membantu masyarakat yang kurang sejahtera dalam mencukupi kebutuhan,” ujar Yuhronur Efendi dilansir laman lamongankab.go.id.
Yuhronur mengungkapkan, aliran dana Baznas di Kabupaten Lamongan berasal dari instruksi kewajiban bagi ASN Kabupaten Lamongan untuk memberikan zakat.
”Instruksi yang saya buat mendapatkan antusias dari ASN dan lainnya. Sehingga program ini terus berkembang, awalnya 1 desa 1 mustahil sekarang menjadi 1 desa 5 mustahik. Semoga ke depannya terus meningkat sehingga dapat membantu mensejahterakan saudara kita yang membutuhkan,” ujar Yuhronur.
Yuhronur menjelaskan, angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan terus menurun. Pada 2023 Kabupaten Lamongan menempati angka 12,43 persen. Pada 2022 angka kemiskinan 12,53 persen dan 2021 mencapai 13,86 persen.
Ketua Baznas Kabupaten Lamongan Bambang Eko Mulyono menambahkan, pentasharufan bantuan dalam program unggulan 1 desa 5 mustahik akan dilaksanakan 2 semester. Hal itu terkait dengan pergantian kepengurusan Baznas di Kabupaten Lamongan.
”Seharusnya Juni sudah kita bagikan semester pertama. Namun, karena pergantian pengurus Baznas yang habis masa jabatan, jadi secara marathon kami serahkan langsung 2 periode sehingga mustahik akan menerima 1 juta rupiah,” ujar Bambang.
Bambang berterima kasih atas instruksi dari Bupati Lamongan untuk ASN yang diwajibkan melakukan zakat. Baznas Kabupaten Lamongan pada 2022 berhasil mengumpulkan Rp 5,4 miliar dan tahun ini mendapatkan Rp 6 miliar.
”Alhamdulillah dana yang kami kelola selalu mendapatkan kenaikan. Dengan kenaikan ini akan terus kita salurkan kepada yang membutuhkan. Selanjutnya target kami adalah membantu ODGJ yang tidak mempunyai keluarga,” ucap Bambang Eko Mulyono.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
