Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 20.58 WIB

Hadiri Jambore OPOP 2023, Gubernur Khofifah Sebut Jumlah Santripreneur di Jatim Lampaui Target 2024

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Jambore One Pesantren One Product (OPOP) 2023 di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, pada Rabu (29/11) malam.

Jambore OPOP dihadiri 2.500 santri. Sekaligus, juga diramaikan dengan berbagai macam kegiatan antara lain penampilan Tarian Sufi, Yel-yel OPOP hingga penampilan spesial lagu medley dari para santri dan santriwati.

Gubernur Khofifah mengapresiasi seluruh pelaku OPOP Jawa Timur. Pasalnya, berkat keberadaan OPOP hingga November 2023, tercatat jumlah Santripreneur di Jatim telah melampaui target capaian 2024.

”Jadi target 2024 itu terdapat 1.000 wirausahawan santri dan santriwati. Tapi Juli ini, sudah 1.000 santri dan sekarang sudah 1.400-an. Ini artinya target 2024 sudah terlampaui di 2023,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah memompa semangat para santri dan santriwati untuk menjadi pengusaha-pengusaha sukses. Utamanya, dengan memaksimalkan potensi di sekitar pesantren baik di internal maupun eksternal.

”Di internal pesantren, jika ada santri lebih dari 1.000 kebutuhan logistik dari para santri juga akan banyak. Jika terkonsolidasikan di pesantren terdekat ada gudang yang mumpuni, pasti proses distribusi internal antar pesantren akan jadi potensi luar biasa,” papar Khofifah.

Kemudian, lanjut Khofifah, dari sisi eksternal, banyak pesantren yang memiliki daya dukung alam dan lingkungan yang memungkinkan untuk ditumbuhkembangkan. Kekuatan alam Jatim memungkinkan bisa dilakukan proses hilirisasi dengan market yang luar biasa. Banyak produk asli pesantren yang telah merambah pasar internasional.

”Daun talas misalnya, sekarang sudah diekspor ke Jepang dan Australia dengan jumlah cukup besar yang asalnya dari Kabupaten Nganjuk. Bahkan ada juga dari Kabupaten Jombang,” jelas Khofifah.

”Kemudian daun kelor dari Sumenep juga sudah diekspor ke Jerman. Dan sudah beragam hilirisasinya. Jadi ada yang dalam bentuk kapsul, ada pula yang cair, dan lain sebagainya,” imbuh dia.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan tentang communal branding. Kegiatan peningkatan kualitas yang telah berjalan pada produk kopi di beberapa daerah di Jatim patut menjadi percontohan untuk varian produk lain.

”Dengan sering melakukan temu produk, temu pikiran, temu harapan, dan temu cita-cita, insya Allah One Pesantren One Product ini akan ketemu format yang lebih produktif lagi ke depan,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas usaha Gubernur Khofifah yang telah membentuk OPOP Jatim. ”Ini program yang ikonik dan satu-satunya di Indonesia. Karena punya dampak kepada santri dan alumni,” kata Gus Ipul.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Andromeda Qomariyah menyampaikan, tujuan Jambore OPOP sebagai unjuk sharing keberhasilan pengembangan usaha pesantren, santri, dan alumni pondok pesantren. Serta mengembangkan kemandirian pesantren melalui peningkatan kompetensi.

”Adapun tujuan utama dari Jambore OPOP adalah untuk memberikan inspirasi kepada peserta OPOP melalui benchmarking dan best practice. Para peserta juga dapat meningkatkan fungsi pemberdayaan ekonomi melalui program EKO-TREN,” tutur Andromeda.

Dia berharap Jambore OPOP dapat mendorong santri dan santriwati termotivasi berwirausaha. Sehingga dapat mencetak santri yang tidak hanya cakap dalam agama namun juga piawai dalam berwirausaha.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore