Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 05.01 WIB

Sepuluh Rumah di Banyakan, Terdampak Tol Kediri-Kertosono Terima Ganti Rugi, Efek Bandara Dhoho Kediri

Denah Bandara Internasional Dhoho Kediri. - Image

Denah Bandara Internasional Dhoho Kediri.

JawaPos.com–Jalan tol Kediri-Kertosono bakal digunakan sebagai fasilitas penunjang operasional Bandara Internasional Kediri. Berdasar jadwal pada Jumat (8/12) bandara itu akan diresmikan dan mulai beroperasi.

Sepuluh rumah di sebelah selatan perempatan Kecamatan Banyakan, Kediri, harus segera dikosongkan pada minggu ini. Sebab, minggu depan, PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK) sebagai pemrakarsa Tol Kediri-Kertosono akan memulai pelebaran jalan yang menjadi akses ke bandara.

Jalan Panglima Besar Sudirman yang semula selebar delapan meter, akan diperlebar sepanjang 90 meter ke selatan dari perempatan Banyakan. Pelebaran itu mengakibatkan minimal sepuluh rumah terdampak dan harus dikosongkan.

Pembebasan tanah menjadi tanggung jawab PT JNKK itu sudah dilakukan sejak Mei. Dikutip dari Radar Kediri pada Sabtu (11/11), warga yang terkena dampak pelebaran jalan sudah menerima ganti rugi.

Dwinoto, salah satu warga Kecamatan Banyakan mengatakan, telah menerima ganti rugi sebesar Rp 636 juta untuk tanah seluas 265 meter persegi dengan nilai Rp 2,4 juta per meter persegi. Meskipun begitu, Dwinoto menyayangkan terkait pemberitahuan pengosongan rumah yang dilakukan terlalu mendadak.

Dia menyampaikan, pemberitahuan baru diketahui pada Selasa (7/11) dan hanya diberi waktu seminggu untuk mengosongkan rumah yang terdampak. Mereka hanya diizinkan menempati rumah hingga Selasa (14/11), setelah itu harus meninggalkan bangunan.

Meskipun begitu, mereka diizinkan untuk mengambil barang-barang dan bahan bangunan yang dapat dimanfaatkan, seperti pintu, kusen jendela, maupun perlengkapan lain.

Irwan Chandra Wahyu Purnama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri membenarkan pengosongan rumah warga di Desa Banyakan terkait pelebaran jalan.  Area pelebaran jalan tersebut juga akan terhubung dengan interchange Tol Kediri-Kertosono yang menjadi salah satu akses dekat bandara.

Irwan menegaskan pembayaran ganti rugi sudah dilakukan sejak enam bulan lalu, sehingga pemkab memiliki kewenangan untuk meminta warga segera pindah. Warga seharusnya sudah siap sewaktu-waktu apabila diminta untuk meninggalkan kawasan tersebut.

”Selain pelebaran jalan, sebagai salah satu upaya kesungguhan dalam mendukung pembangunan Bandara Internasional Dhoho, Pemkab Kediri akan merapikan kabel telepon, kabel optik, dan tiang PLN di Jalan Panglima Besar Sudirman,” papar Irwan.

”Penambahan puluhan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Desa Tiron yang menjadi akses alternatif menuju bandara juga akan dilakukan,” tambah dia.

Perbaikan sarpras yang merupakan salah satu syarat dalam verifikasi bandara itu sebelumnya telah disampaikan Tim Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan menggelar rapat di Jogjakarta bersama pemrakarsa bandara. Sebanyak lima desa di Kabupaten Kediri akan terkena dampak proyek jalan tol yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

”Lima desa tersebut masuk dalam dua kecamatan, yaitu Banyakan dan Grogol. Kecamatan Banyakan yakni Desa Ngablak, Maron, Banyakan, dan Desa Sendang. Sedangkan di Kecamatan Grogol yakni Desa Bakakan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore