
Industri kreatif bolu bakar Malang
JawaPos.com - Industri kreatif menjadi salah satu alternatif kaum milenial yang ingin menjadi seorang entrepreneur. Seperti halnya Bolu Bakar Malang (BBM).
Sepintas, tampilan bolu bakar ini seperti roti bakar khas Bandung. Dengan roti balok dan diisi dengan aneka filling. Namun, bukan menggunakan roti, melainkan bolu tebal lembut berbentuk balok. Kemudian, dibelah bagian tengahnya dan diberi aneka isian.
Ada green tea, strawberry, coklat, kopi, srikaya, kacang mete dan keju. Selanjutnya, dibakar dengan mentega gurih asin. Aromanya menguar harum. Harganya cukup Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu saja.
Brand Ambassador Bolu Bakar Malang Helda 'Bee' Yulis menjelaskan, pihaknya ingin menghadirkan kue kekinian yang nantinya akan menjadi kuliner khas Malang.
"Kalau Bandung kan ada roti bakar begitu kan. Nah, kami juga ingin nantinya bolu bakar jadi kuliner khas yang terkenal dimana-mana," kata Bee, kepada JawaPos.com saat ditemui di gerainya, Mal Olympic Garden (MOG) lantai dua, Minggu (25/11).
Perempuan yang juga berprofesi sebagai MC ini menjelaskan, ide awal munculnya kuliner kekinian ini, karena pihaknya ingin menghadirkan sesuatu yang baru di Malang. Akhirnya dengan memodifikasi bolu yang dipadukan dengan aneka filling kemudian dibakar, jadilah Bolu Bakar Malang.
Selain itu juga, pihaknya melihat potensi yang bagus untuk usaha kuliner di Malang. Buktinya, sejak launching awal November lalu pihaknya sudah berhasil menjual 100 potong bolu di hari kerja. Sementara saat akhir pekan, bisa sampai 200 potong.
Bee melanjutkan, semua selai yang disajikan di BBM merupakan produksi rumahan dengan koki andalan mereka. Bolu yang digunakan juga hasil olahan koki dengan resep istimewa.
"Bolunya itu setiap hari ganti. Jadi setiap habis, bikin lagi begitu terus. Kami nggak buat stock karena kalau bolunya sampai nginep dan nggak diolah, tekstur keras. Kami menjaga itu," beber ibu satu anak tersebut.
Alumni Unmer Malang itu juga menjelaskan, pihaknya mengajak kaum milenial untuk belajar menjadi wirausaha. "Kami bukan franchise, tapi belajar wirausaha bareng. Juga nggak jual brand. Mungkin lebih tepat reseller," tegas dia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
