Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 November 2018 | 13.30 WIB

Mencicipi Kuliner Kekinian Khas Malang Melalui Bolu Bakar

Industri kreatif bolu bakar Malang - Image

Industri kreatif bolu bakar Malang

JawaPos.com - Industri kreatif menjadi salah satu alternatif kaum milenial yang ingin menjadi seorang entrepreneur. Seperti halnya Bolu Bakar Malang (BBM). 


Sepintas, tampilan bolu bakar ini seperti roti bakar khas Bandung. Dengan roti balok dan diisi dengan aneka filling. Namun, bukan menggunakan roti, melainkan bolu tebal lembut berbentuk balok. Kemudian, dibelah bagian tengahnya dan diberi aneka isian. 


Ada green tea, strawberry, coklat, kopi, srikaya, kacang mete dan keju. Selanjutnya, dibakar dengan mentega gurih asin. Aromanya menguar harum. Harganya cukup Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu saja. 


Brand Ambassador Bolu Bakar Malang Helda 'Bee' Yulis menjelaskan, pihaknya ingin menghadirkan kue kekinian yang nantinya akan menjadi kuliner khas Malang


"Kalau Bandung kan ada roti bakar begitu kan. Nah, kami juga ingin nantinya bolu bakar jadi kuliner khas yang terkenal dimana-mana," kata Bee, kepada JawaPos.com saat ditemui di gerainya, Mal Olympic Garden (MOG) lantai dua, Minggu (25/11). 


Perempuan yang juga berprofesi sebagai MC ini menjelaskan, ide awal munculnya kuliner kekinian ini, karena pihaknya ingin menghadirkan sesuatu yang baru di Malang. Akhirnya dengan memodifikasi bolu yang dipadukan dengan aneka filling kemudian dibakar, jadilah Bolu Bakar Malang.


Selain itu juga, pihaknya melihat potensi yang bagus untuk usaha kuliner di Malang. Buktinya, sejak launching awal November lalu pihaknya sudah berhasil menjual 100 potong bolu di hari kerja. Sementara saat akhir pekan, bisa sampai 200 potong. 


Bee melanjutkan, semua selai yang disajikan di BBM merupakan produksi rumahan dengan koki andalan mereka. Bolu yang digunakan juga hasil olahan koki dengan resep istimewa. 


"Bolunya itu setiap hari ganti. Jadi setiap habis, bikin lagi begitu terus. Kami nggak buat stock karena kalau bolunya sampai nginep dan nggak diolah, tekstur keras. Kami menjaga itu," beber ibu satu anak tersebut. 


Alumni Unmer Malang itu juga menjelaskan, pihaknya mengajak kaum milenial untuk belajar menjadi wirausaha. "Kami bukan franchise, tapi belajar wirausaha bareng. Juga nggak jual brand. Mungkin lebih tepat reseller," tegas dia.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore