
Wujud cacing kayu tembiluk yang masih segar memiliki tekstur kenyal.
JawaPos.com – Tembiluk tengah menjadi perbincangan di media sosial TikTok. Konten berupa berburu hewan ini sempat naik beberapa waktu lalu. Dikutip dari akun media sosial TikTok @olahanalam pada Kamis (2/11), dijelaskan bahwa hewan ini memiliki cita rasa yang khas.
Dalam posting-annya, ia menjelaskan bahwa rasa tembiluk dipengaruhi oleh tempat tinggalnya. Kadang ada yang memiliki rasa manis, kadang memiliki rasa seperti kayu.
Hewan ini umumnya bersarang pada kayu pohon yang membusuk di muara sungai. Bagi suku Dayak, tembiluk merupakan makanan yang enak dikonsumsi saat masih mentah.
Dikutip dari akun media sosial Instagram @norlela100 pada Kamis (2/11), pemilik akun menyebutkan bahwa teksturnya yang kenyal dan mudah hancur menyebabkan tembiluk kurang cocok dijadikan sebagai makanan olahan.
Cacing tembiluk atau dalam nama latinnya Bactronophorus thoracites, sebenarnya termasuk dalam kelompok moluska. Moluska adalah hewan yang tidak memiliki kerangka tulang belakang dan memiliki tubuh yang lunak.
Namun, karena secara fisik mirip dengan cacing, di Indonesia hewan ini kemudian sering disebut sebagai cacing. Ukuran dari cacing tembiluk ini jauh lebih besar daripada cacing tanah. Tubuhnya juga tidak mengeluarkan warna yang mencolok, justru cenderung lebih ke putih pucat.
Seperti rayap, cacing ini dapat memakan dan membentuk lubang pada batang kayu yang terendam air. Cacing yang sering ditemukan di wilayah Timur Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua ini juga dapat menjadi salah satu penyebab dari kerusakan pada kayu yang digunakan untuk membuat perahu nelayan.
Kendati sebenarnya mereka bermanfaat sebagai pengurai, warga seringkali menganggap hewan ini sebagai hama. Oleh karena itu, untuk mengurangi populasi tembiluk, warga akhirnya menjadikan cacing ini sebagai santapan.
Cacing ini telah menjadi salah satu hidangan khas suku Dayak Bulusu di Kalimantan Utara dan suku Kamoro di Papua. Di Papua sendiri, hewan bertubuh licin ini dikenal dengan nama tambelo.
Nutrisi berupa karbohidrat, protein, dan lemak yang dikandung tembiluk ternyata dapat menjadi obat bagi beberapa penyakit, seperti rematik, batuk, dan flu.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
