
Ilustrasi gantung diri. Dok. JawaPos
JawaPos.com – Seorang santri laki-laki berinisial RWA yang masih berusia 15 tahun diduga bunuh diri di sebuah pondok pesantren di Sulawesi Selatan pada Senin (30/10).
Santri RWA yang masih duduk di bangku MTS setingkat SMP, melakukan aksinya dengan cara gantung diri di dalam WC Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqa, Sidrap, Sulawesi Selatan.
Kasus bunuh diri yang menimpa seorang santri di Sulawesi Selatan ini, pertama kali ditemukan oleh teman-temannya di dalam WC sekitar pukul 6.00 WITA.
Kapolsek Baranti Polres Sidrap, AKP Mursalim mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dugaan bunuh diri RWA pada Senin (30/10).
Kemudian, ia membeberkan kronologi santri RWA yang ditemukan dalam kondisi badan terbujur kaku dan leher terikat tali plastik.
Salah satu saksi inisial HI sekaligus teman korban mengaku, melihat korban menulis sebuah surat di dalam kamar asrama sehari sebelum kejadian sekitar pukul 20.00 WITA.
Surat itu kemudian diberikan kepada teman korban yang lain berinisial AS. Korban mengatakan ke AS agar surat yang diberikannya jangan dibaca dulu sampai esok hari.
Korban RWA sempat berpesan ke temannya yang lain berinisial YL, agar memberitahu saksi HI untuk tidak lagi mencarinya.
“Saksi HI ini sempat was-was setelah diberitahu seperti itu, sehingga memanggil temannya inisial AR untuk menemani mencari korban RWA. Namun, korban tidak ditemukan,” ujar AKP Mursalim.
Saksi HI mengaku gelisah karena saat itu tidak menemukan korban RWA. Saksi HI pun pergi bertanya ke AS perihal surat yang pernah diberikan oleh korban, kemudian membacanya.
“Saksi HI ini membaca surat tersebut. Isi suratnya berbahasa bugis, ‘Saya mau bunuh diri di WC. Jangan cari saya. Besok saja kamu pergi ke WC kedua,” tutur Kapolsek Baranti tersebut.
Setelah membaca surat itu, saksi HI dan AR kembali mencari korban ke WC, tapi tak ditemukan. Korban RWA baru ditemukan keesokan harinya, Senin (30/10) pukul 6.00 WITA, ketika HI pergi ke WC untuk buang air kecil.
Saat HI ke WC, ia menemukan santri FI sedang mengetuk-ngetuk pintu WC yang terkunci dari dalam. Tak lama kemudian santri lainnya (MA) datang, dan mengatakan bahwa dari subuh orang di dalam WC itu tidak pernah keluar.
“Saksi HI memanggil temannya AR untuk mengambil senter. Setelah itu, mereka memanjat untuk mengecek WC tersebut. Dari situ, mereka melihat ada korban RWA sudah terbaring di dalam WC,” pungkasnya.
Setelah itu, saksi HI dan santri lainnya langsung melaporkan hal ini ke guru pondok pesantren. Menurut, AKP Mursalim, untuk sementara dugaan korban RWA bunuh diri karena depresi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
