Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 14.20 WIB

Sudah Angkut 58.000 Orang, KCIC Sebut 70 Persen Penumpang Kereta Cepat Whoosh Turun di Stasiun Padalarang

Penumpang kereta cepat Whoosh di Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/10). - Image

Penumpang kereta cepat Whoosh di Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/10).

JawaPos.com–PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat Kereta Cepat Whoosh berhasil menjual tiket sebanyak 58.000 penumpang sejak penerapan tiket berbayar pada (17/10).

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengatakan, kehadiran kereta cepat Whoosh mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat. Itu terlihat dari okupansi rata-rata mencapai penumpang mencapai 90 persen dari total ketersediaan tempat duduk di setiap rangkaian.

”Jadi sekitar 7.000 penumpang per hari dengan okupansi rata-rata 90 persen, jadi memang kita melihat animo masyarakat akan kereta cepat ini sangat baik,” kata Emir seperti dilansir dari Antara.

Atas hal itu, dia menuturkan, KCIC telah menambah jadwal perjalanan Kereta Cepat Whoosh hingga 25 perjalanan dari sebelumnya 14 perjalanan per hari.

”Lalu sekarang sudah mencapai 25 perjalanan per hari, dengan rincian 13 perjalanan dari Halim dan 12 perjalanan dari arah Tegalluar maupun Padalarang,” ujar Emir Monti.

Emir menyebut, membeludaknya jumlah penumpang tersebut lantaran KCIC tengah memberikan promo sebesar 50 persen dari harga normal yakni Rp150.000 untuk satu kali perjalanan Whoosh dan efisiensi waktu perjalanan dari Halim menuju Tegalluar maupun sebaliknya yang hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

”Nah itu tadi promo ini berlaku dari tanggal 18 Oktober sampai dengan 30 November, untuk perpanjangan masa promo kita akan evaluasi,” terang Emir Monti.

Melihat masih tingginya minat masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh, Emir mengatakan, KCIC terus mengevaluasi terkait penambahan jadwal maupun harga tiket.

”Masih kita evaluasi untuk melihat dari respons masyarakat baik dari harga termasuk jadwal. Apakah kita tambah lagi karena memang responsnya sangat baik,” tutur Emir.

Dia mencatat, sebanyak 70 persen penumpang kereta cepat Whoosh memilih untuk turun di Stasiun Padalarang ketimbang melanjutkan ke stasiun akhir Tegalluar. ”Kalau persentase kurang lebih ya dari Halim itu sekitar 70 persen penumpang turun di Stasiun Padalarang, lalu sekitar 30 persen di Stasiun Tegalluar,” kata Emir Monti.

Emir menjelaskan hal itu karena minat dari kebutuhan penumpang saat ini lebih didominasi menuju Kota Bandung. Terlebih, untuk akses menuju pusat kota sudah lebih mudah dengan kehadiran kereta pengumpan (feeder) menuju Stasiun Bandung.

Atas dasar itu, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk menambah rute perjalanan bus pengumpan ke pusat Kota Bandung dari Stasiun Tegalluar untuk menambah antusias masyarakat turun di stasiun tersebut.

”Jadi kita hadirkan bus pengumpan dari DAMRI menuju Stasiun Bandung dengan melewati Masjid Al Jabbar, Trans Studio Mall, ke arah Pasar Baru hingga Alun-Alun Bandung,” ujar Emir.

Emir menambahkan, layanan bus pengumpan saat ini telah menambah rute ke arah Jatinangor untuk menyasar kalangan mahasiswa untuk turun di Stasiun Tegalluar. ”Dari pihak DAMRI juga saat ini mulai menyediakan yang rute tujuan Jatinangor. Nah itu cocok itu untuk mahasiswa ke arah Jatinangor ada ITB hingga Unpad,” ucap Emir.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore