
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berdialog dengan pelaku bisnis online.
JawaPos.com–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berdialog dengan sejumlah pelaku bisnis online yang terdampak penutupan kanal belanja online dengan layanan live shopping di Revolusi Ngopi, Jalan Bawean Surabaya, Jumat (19/10).
Wagub Jatim menampung aspirasi pelaku usaha yang sebagian besar merupakan milenial dan Gen Z. Wagub Emil berpandangan pemerintah dapat mengkaji lebih lanjut kebijakan seputar pemerataan peluang usaha online maupun offline. Apalagi, kini di kanal belanja online terdapat banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan micro influencer yang berupaya memperluas usaha mereka.
”Ada pro dan kontra atas ditutupnya kanal belanja online seperti Tiktok Shop. Manakala ada usaha hulu dan hilir dicampur tentu ada kekhawatiran atas pemerataan rezeki. Ada yang tadinya bisa kreatif secara online lalu terdampak. Indonesia ini negara Ekonomi Pancasila. Maka kita bisa bersama me-review dan mengkaji kebijakan itu untuk tahu manfaat dan mudharat-nya,” ungkap Emil.
Emil mendukung kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk bersama mengkaji kebijakan terbaik bagi perekonomian masyarakat.
”Sepinya pusat perbelanjaan itu fenomena global. Pemerintah, pelaku bisnis, dan penyedia jasa, harus saling berkolaborasi supaya kebijakan yang dibuat tidak meruweti hidup orang. Tidak ada yang statis, kita ambil kebijakan, review bersama pelaku, dan kaji bersama,” ujar Emil.
Menurut dia, salah satu langkah terus digencarkan Pemprov Jatim bisa sampai ke taraf pemerintah daerah adalah onboarding usaha sehingga UMKM beroperasi online dan offline.
”Kita perhatikan nasib dari para pelaku UMKM. Bahwa mereka harus migrasi online itu suatu keniscayaan dan tentunya kami dari pemerintah di semua jenjang, sampai ke level pemerintah desa, juga kelurahan cari bagaimana cara efektif untuk onboarding,” sebut Emil.
”Mengajak para pelaku menjadi hybrid, melangsungkan offline dan online sehingga pendapatan mereka juga bisa bertambah. Saya dengar juga platform itu mulai berbenah supaya bisa lebih memenuhi harapan untuk lebih sesuai regulasi dan bisa terus bermanfaat,” sambung dia.
Emil menyoroti perubahan perilaku konsumen. Masyarakat lebih sering berbelanja jasa ketimbang barang. Dia mendukung berbagai pelatihan diversifikasi profesi yang dapat diinisiasi Pemprov, Pemda, dan komunitas. Sehingga, platform digital dapat juga digunakan untuk menawarkan jasa.
”Kini kebutuhan orang mulai bergeser. Ini yang harus kita cermati. Maka kami di pemerintah tidak serta merta mendorong pelaku usaha ke satu arah. Jangan semua dibuat seragam menciptakan produk yang sama, diajari skill yang sama hingga kemudian konsumen jenuh,” ucap Emil.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
