Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 17.12 WIB

Dialog dengan Micro Influencer Olshop, Wagub Emil: Pemerintah dan Pelaku Usaha Berkolaborasi Kaji Kebijakan

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berdialog dengan pelaku bisnis online. - Image

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berdialog dengan pelaku bisnis online.

JawaPos.com–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berdialog dengan sejumlah pelaku bisnis online yang terdampak penutupan kanal belanja online dengan layanan live shopping di Revolusi Ngopi, Jalan Bawean Surabaya, Jumat (19/10).

Wagub Jatim menampung aspirasi pelaku usaha yang sebagian besar merupakan milenial dan Gen Z. Wagub Emil berpandangan pemerintah dapat mengkaji lebih lanjut kebijakan seputar pemerataan peluang usaha online maupun offline. Apalagi, kini di kanal belanja online terdapat banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan micro influencer yang berupaya memperluas usaha mereka.

”Ada pro dan kontra atas ditutupnya kanal belanja online seperti Tiktok Shop. Manakala ada usaha hulu dan hilir dicampur tentu ada kekhawatiran atas pemerataan rezeki. Ada yang tadinya bisa kreatif secara online lalu terdampak. Indonesia ini negara Ekonomi Pancasila. Maka kita bisa bersama me-review dan mengkaji kebijakan itu untuk tahu manfaat dan mudharat-nya,” ungkap Emil.

Emil mendukung kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk bersama mengkaji kebijakan terbaik bagi perekonomian masyarakat.

”Sepinya pusat perbelanjaan itu fenomena global. Pemerintah, pelaku bisnis, dan penyedia jasa, harus saling berkolaborasi supaya kebijakan yang dibuat tidak meruweti hidup orang. Tidak ada yang statis, kita ambil kebijakan, review bersama pelaku, dan kaji bersama,” ujar Emil.

Menurut dia, salah satu langkah terus digencarkan Pemprov Jatim bisa sampai ke taraf pemerintah daerah adalah onboarding usaha sehingga UMKM beroperasi online dan offline.

”Kita perhatikan nasib dari para pelaku UMKM. Bahwa mereka harus migrasi online itu suatu keniscayaan dan tentunya kami dari pemerintah di semua jenjang, sampai ke level pemerintah desa, juga kelurahan cari bagaimana cara efektif untuk onboarding,” sebut Emil.

”Mengajak para pelaku menjadi hybrid, melangsungkan offline dan online sehingga pendapatan mereka juga bisa bertambah. Saya dengar juga platform itu mulai berbenah supaya bisa lebih memenuhi harapan untuk lebih sesuai regulasi dan bisa terus bermanfaat,” sambung dia.

Emil menyoroti perubahan perilaku konsumen. Masyarakat lebih sering berbelanja jasa ketimbang barang. Dia mendukung berbagai pelatihan diversifikasi profesi yang dapat diinisiasi Pemprov, Pemda, dan komunitas. Sehingga, platform digital dapat juga digunakan untuk menawarkan jasa.

”Kini kebutuhan orang mulai bergeser. Ini yang harus kita cermati. Maka kami di pemerintah tidak serta merta mendorong pelaku usaha ke satu arah. Jangan semua dibuat seragam menciptakan produk yang sama, diajari skill yang sama hingga kemudian konsumen jenuh,” ucap Emil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore