
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa. Hery Sidik/Antara
JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta menyebut ada lima orang mempunyai riwayat kontak erat dengan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Hal itu diketahui berdasar hasil tes swab beberapa hari lalu.
”Tracing sudah kita lakukan. Untuk sementara ada lima orang, jadi orang-orang yang kontak erat dengan beliau terakhir ada lima orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, lima orang yang berkontak erat dengan orang nomor dua di Bantul tersebut berasal dari internal keluarga, bukan berasal dari luar. Kelima orang tersebut sudah menjalani tes swab untuk mengetahui paparan Covid-19 pada Selasa (26/1) siang.
”Internal artinya para anggota keluarga. Kalau eksternal yang memenuhi kriteria kontak erat tidak ada. Kondisi baru dites swab masih menunggu hasil,” ujar Sri Wahyu Joko Santosa.
Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul mengatakan, selain Wabup Bantul, istrinya juga terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya dalam kondisi stabil tidak ada gejala yang mengkhawatirkan.
”Kondisi stabil, bagus. Gejala-gejala ringan, tidak ada yang cukup mengkhawatirkan. Sampai dengan saat ini, beliau masih komunikasi dengan baik. Iya istri positif, tes swab kita lakukan bersama, kondisinya sama dengan Bapak, OTG (orang tanpa gejala),” tutur Sri Wahyu Joko Santosa.
Sebelumnya, Wabup Bantul Abdul Halim Muslih lewat unggahan di media sosial pada Senin (25/1) menceritakan bahwa pada Jumat (22/1) malam, sama sekali tidak dapat merasakan bau wangi parfum saat menyemprotkan ke baju yang dikenakan.
”Lalu saya menuju dapur, cari gula dan garam. Saya cicipi keduanya, baru kali ini ada gula dan garam rasanya sama saja, sama-sama tak berasa. Walhasil malam itu melalui swab antigen saya terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa saya ketehui dari mana dan kapan virus itu menulari,” kata Abdul Halim.
Meski demikian, setelah mendapat perawatan dokter di tempat isolasi RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan treatment beberapa vitamin disertai makan banyak, walau agak dipaksa, saat ini daya pengindraan lidah dan hidung dirasakan mulai pulih. ”Sudah bisa bedakan rasa antara gula dan garam, antara parfum dan obat gosok,” ujar Abdul Halim.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/59DTBOdscAI

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
