
Juru Bicara Satgas Bencana Gempa Bumi Sulbar M. Natsir (kiri) didampingi Kepala Diskominfo Sulbar Safaruddin. Amirullah/Antara
JawaPos.com–Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar meminta aparatur sipil negara (ASN) yang mengungsi ke luar Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,2 untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Juru Bicara Satgas Bencana Gempa Bumi Sulbar M. Natsir seperti dilansir dari Antara di Mamuju mengatakan, walaupun tidak ada sanksi, Gubernur meminta para ASN segera kembali dari pengungsian. Hal itu untuk kepentingan pendataan rumah rusak akibat gempa.
”Jadi, kami meminta agar para ASN yang mengungsi ke luar kota, baik yang dari Mamuju maupun ASN dari Majene untuk kembali ke rumahnya,” tutur M. Natsir, pada Senin (25/1).
Hal itu juga terkait pendataan agar tidak ada yang komplain. ”Nanti pemerintah yang disalahkan dan dianggap tidak adil dan mengatakan rumahnya tidak didata,” kata Natsir.
Bukan hanya para ASN, menurut Natsir, gubernur juga meminta warga yang masih mengungsi di sejumlah titik di Kabupaten Mamuju dan Majene agar dapat kembali ke rumah masing-masing.
”Kami juga mengimbau para pengungsi agar kembali karena kondisi sudah aman untuk melihat apa yang perlu diperbaiki dan juga memperhatikan mungkin ada dokumen-dokumen kependudukan yang hilang atau rusak,” ujar M. Natsir.
Hal Itu perlu segera dilaporkan karena merupakan salah satu persyaratan dari penyaluran bantuan perbaikan rumah. Selain itu untuk keperluan administrasi santunan kematian yang dialami masyarakat.
”Apalagi sekarang sistemnya by name by address atau kesesuaian data dan alamat,” ujar Natsir.
Dia mengungkapkan, pemberian santunan perbaikan rumah terdampak gempa itu dibagi dalam tiga klaster. Yakni rusak berat dengan nilai bantuan Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, serta rusak ringan Rp 10 juta. Sementara itu, santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia Rp 15 juta.
”Untuk bantuan biaya perbaikan rumah saat ini masih dalam proses pendataan dan batas terakhir Selasa (26/1). Setelah itu, akan dilakukan verifikasi oleh tim pendataan,” teran M. Natsir.
Dia juga menyampaikan bahwa kemungkinan perpanjangan proses pendataan tetap ada, jika masih banyak masyarakat terdampak gempa yang belum terdata.
”Nanti kita lihat perkembangan apakah kemampuan para tenaga pendata bisa menjangkau seluruh wilayah yang luas. Faktor kesulitan mungkin karena sekarang musim hujan, isolasi, dan aspek jalan yang rusak juga masih banyak warga yang mengungsi," ucap M. Natsir.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=iYkdSZegf0M

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
