Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 22.14 WIB

Ganjar Dukung Pengembangan Perekonomian Pengusaha Lokal se-Tasikmalaya

Bakal Calon Presiden Bacapres menemui Pengusaha Lokal se-Tasikmalaya. Pertemuan itu para pengusaha mendapatkan wejangan dari Ganjar. (Ist) - Image

Bakal Calon Presiden Bacapres menemui Pengusaha Lokal se-Tasikmalaya. Pertemuan itu para pengusaha mendapatkan wejangan dari Ganjar. (Ist)

JawaPos.com - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo menemui Pengusaha Lokal se-Tasikmalaya. Pertemuan itu para pengusaha mendapatkan wejangan dari Ganjar.

Mulanya salah satu pengusaha bernama Ella bercerita mengenai usaha dimsum yang dirintisnya. Dia ingin semakin melebarkan sayap usahanya namun masih belum stabil, karena itulah dia meminta saran kepada Ganjar.

“Produk saya dimsum, alhamdulillah kami produksi sendiri yang tadinya cuma satu orang outlet kita ada 6. Mungkin karena pemasaran kita agak harus belajar ya,” kata Ella seperti dikutip RM.id (Jawa Pos Grup), Rabu (11/10).

Ella berujar sekarang ini dirinya baru bisa memprodukis 2.000 dimsum perjarinya. Ia pun berharap ada sebuah masukan ataupun bantu dari seorang Ganjar agar usahanya bisa semakin berkembang. “Mungkin karena pemasaran kita agak harus belajar ya,” tutunya.

Merespon keluhan yang didapatkan dari Ella, Ganjar menekankan perlu pengemasan produk dalam rangka menarik pembeli. “Produknya dapet, kemasan expired ada dijalankan. Kalo ini mau export siapkan dengan bahasa Inggris, kalo mau lokal gapapa,” ungkap dia.

“Maka packaging itu berpengaruh dan desain berpengaruh, maka nantinya akan naik kelas,” imbuh Ganjar.

Pertanyaan lainya datang dari seorang asosiasi perjalana wisata di Tasik yaitu Heri. Dia menceritakan mengapa tempat wisata di Tasikmalaya masih sepi peminat, padahal obyeknya berlimpah dan bisa menjadi sebuah ladang usaha.

Selain itu, dia mengeluhkan masih adanya tempat wisata yang menggunakan pungutan liar (Pungli) bagi pengunjungnya. Untuk itulah dia menanyakan saran kepada Ganjar dalam menghadapi situasi tersebut.

“Sering kita bahas banyak tempat wisata bisa dipasarkan tapi belum booming. Terus bakal wisata yang katanya gratis tapi tetap bayar juga ujung ujungnya,” ungkap Heri.

Merespons hal itu, Ganjar berbicara mengenai perlunya ketegasan di dalam menjalankan sebuah regulasi. Termasuk juga berkaitan dengan pungutan liar. “Ada langsung laporkan. Kalo mandek, langsung lapor atasan,” kata Ganjar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore