
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Pegunungan Argopuro. (ANTARA)
JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Pegunungan Argopuro diduga karena faktor alam akibat puncak El Nino. Hal ini diungkapkan Bupati Jember Hendy Siswanto.
"Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa sumber api karena faktor alam. Jenis batuan nila yang berada di kawasan tersebut ketika terjadi gesekan dapat menimbulkan percikan api. Itu analisa awal," kata Hendy dilansir dari ANTARA, Jumat (6/10).
Terlebih, ungkap Hendy, jenis tumbuhan di lokasi perbatasan Perhutani dengan Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) banyak pepohonan cemara kecil dan semak-semak. Sehingga mudah terbakar.
Baca Juga: Ibu dan Anak di Depok yang Tinggal Kerangka Tewas Bunuh Diri dengan Mengurung Diri
"Pada Kamis (5/10) malam sempat agak padam karena turun hujan gerimis akan tetapi informasinya pagi tadi membesar lagi karena angin dan kondisi cuaca kering," tuturnya.
Ia menjelaskan jarak lokasi karhutla dengan pemukiman sangat jauh, namun petugas tetap melakukan pemantauan di Posko Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari untuk memantau pergerakan titik api melalui aplikasi dan pengamatan jarak jauh.
"Kami minta pengamatan dari Desa Badean terus dilakukan untuk memonitor kondisi di lapangan dan berdasarkan informasi penduduk bahwa titik api yang sama pernah terjadi sekitar 5 tahun yang lalu selama 3 hari saat kemarau panjang," katanya.
Hendy berharap hujan deras segera turun agar karhutla di lereng Pegunungan Argopuro di Kabupaten Jember dapat segera padam dan tidak semakin meluas ke kawasan BKSDA.
Sementara Kepala BPBD Jember Widodo Julianto mengatakan karhutla masih belum padam di lereng Pegunungan Argopuro, namun petugas mengalami kendala untuk melakukan penanganan dalam memadamkan titik api di kawasan hutan lindung BKSDA.
"Akses menuju ke lokasi titik api sangat jauh dan terjal karena medan menuju ke sana sangat sulit dijangkau, sehingga pihaknya bersama sejumlah pihak hanya melakukan pemantauan dari Pos Badean," ujarnya.
Ia menjelaskan BPBD bersama sejumlah pihak melakukan pengamatan untuk memonitor penyebaran titik api karena jaraknya sangat jauh, aman dari pemukiman dan medan cukup berat untuk menuju ke lokasi karhutla.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
