Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 17.46 WIB

BMKG Sebut Cuaca Panas di Makassar hingga Pertengahan Oktober

Ilustrasi pengamatan cuaca di kantor BMKG Wilayah IV Makassar. - Image

Ilustrasi pengamatan cuaca di kantor BMKG Wilayah IV Makassar.

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi musim kemarau dengan fenomena cuaca panas dengan suhu berkisar 33-35 derajat Celsius berlangsung hingga pertengahan Oktober.

”Untuk wilayah Makassar dan sekitarnya suhu panas masih berada di kisaran 33 hingga 35 derajat Celsius pada siang hari,” ujar Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Amhar Ulfiana seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Hasil prakiraan cuaca dari aplikasi AccuWeather atau pemantau cuaca global menunjukkan prediksi panas terik di Makassar dan sekitarnya pada awal Oktober sampai 10 Oktober bisa mencapai suhu 39 derajat Celsius. Ulfiana mengatakan, pihaknya tidak ingin mengomentari hal itu.

”Untuk beberapa hari ke depan, kami perkirakan maksimum sampai 35 derajat Celsius, karena selama kami mengamati, sejak musim kemarau berlangsung sampai hari ini, belum ada yang mencapai 39 derajat Celsius,” kata terang Amhar Ulfiana.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, penyebab fenomena suhu panas terik di wilayah Indonesia belakangan ini dipicu sejumlah dinamika atmosfer. Di tengah cuaca cerah, pertumbuhan awan sangat minim terutama pada siang hari.

Kondisi tersebut menurut Guswanto, menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan signifikan. Sehingga, suhu di luar ruangan terasa sangat terik.

”Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia terutama di selatan ekuator masih mengalami musim kemarau dan sebagian lainnya akan mulai memasuki periode peralihan musim pada periode Oktober-November. Sehingga, kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari,” terang Guswanto.

Untuk posisi semu matahari pada akhir September bergerak ke arah selatan ekuator. Itu berarti sebagian wilayah Indonesia mengalami pemanasan sinar matahari optimal. Faktor-faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara juga mendorong kondisi suhu terik.

Dia menambahkan, kondisi fenomena panas terik itu diprediksikan masih dapat berlangsung dalam periode Oktober. Mengingat kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari.

”Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari agar supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya,” kata Guswanto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore