Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 September 2023 | 14.49 WIB

BMKG Denpasar Sebut Kekeringan di Bali Meluas Menjadi 15 Kecamatan

ILUSTRASI kekeringan: Sawah di Kelurahan Cabawan tampak kering saat kemarau. (Jawa Pos Photo) - Image

ILUSTRASI kekeringan: Sawah di Kelurahan Cabawan tampak kering saat kemarau. (Jawa Pos Photo)

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar menyebutkan, kekeringan di Bali meluas dari sebelumnya 14 menjadi 15 kecamatan. Itu karena selama 80 hari tidak turun hujan.

”Secara umum di Bali berada pada kategori masih ada hujan hingga kekeringan ekstrem,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Bali, Jumat (22/9).

BMKG menerbitkan peringatan dini kekeringan di Pulau Dewata yang berlaku selama dasarian atau per 10 hari yang akan diperbarui berdasar pengamatan terbaru.

Sebanyak 15 kecamatan itu yakni Kecamatan Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, dan Sukasada, di Kabupaten Buleleng. Kemudian Kecamatan Melayan (Kabupaten Jembrana), Kecamatan Kintamani (Kabupaten Bangli), Kecamatan Karangasem dan Kubu (Kabupaten Karangasem).

Selanjutnya Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan, di Kabupaten Badung. Selain itu, Kecamatan Nusa Penida (Kabupaten Klungkung) dan Kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Selatan, di Kota Denpasar.

I Nyoman Gede Wiryajaya mengungkapkan, kecamatan yang paling lama mengalami kekeringan adalah Kubu, Kubutambahan, dan Kintamani.

Pada 10 hari lalu, BMKG Denpasar mencatat kekeringan terjadi di 14 kecamatan di Bali. Meskipun kekeringan di Bali meluas, kata dia, potensi terjadinya hujan di sejumlah titik di Bali terbuka lebar yang diperkirakan terjadi hingga 30 September.

”Potensi hujan itu yakni di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Sidemen. Distribusi curah hujan di Bali secara umum itu antara nol hingga 215,5 milimeter per 10 hari,” terang I Nyoman Gede Wiryajaya.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Bali terjadi pada Juli-Agustus yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore