
Rumah di Jalan Kutisari Selatan XV yang terbakar, Selasa subuh (20/11).
JawaPos.com– Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Kutisari Selatan XV, Surabaya, Selasa subuh (20/11). Peristiwa itu merenggut satu nyawa. Korban tewas adalah penghuni rumah, Johan Indrajaya, 69.
Johan menambah daftar korban kebakaran yang tewas. Berdasar data yang dirangkum JawaPos.com, tercatat sudah ada 9 orang tewas sepanjang tahun ini. Sebelumnya, pada Mei lalu, 8 orang tewas terjebak dalam kebakaran rumah kos di Jalan Kebalen Kulon II.
Salah satu penyebab jatuhnya korban jiwa saat kebakaran adalah kesulitan mobil PMK mencapai lokasi. Hal itul juga terjadi saat api melahap rumah di Kutisari Selatan.
Kanitreskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Suhardhono menjelaskan, banyak halangan yang dihadapi mobil PMK. Mulai, banyaknya mobil parkir, pos hansip, hingga ada jalur yang tertutup karena ada warga yang menggelar hajatan. "Untuk jalur besar dapat dilalui PMK. Tapi untuk mengakses lokasi kejadian, PMK terpaksa mengulur slang air hingga lebih dari 20 meteran. Soalnya, masuk gang kecil," jelas Puguh.
Selain kesulitan PMK mendapat akses masuk, korban juga diduga terkepung asap tebal. Johan memang sendirian di dalam rumah tersebut. Dia sempat meminta tolong ke warga sekitar. Namun warga tidak bisa berbuat banyak karena api semakin membesar. ”Kami masuk setelah pembasahan selesai,” tambah Puguh.
Terkait dengan insiden itu, Pemkot Surabaya akan secepatnya mengatur tata ruang pemukiman di Jalan Kutisari Selatan XV Surabaya. Pengaturan mencakup space parkir dan gapura.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pengaturan tersebut untuk memudahkan lalu lintas kendaraan di pemukiman tersebut. Terutama, lalu lintas keluar masuk ambulans dan PMK. "Saya harap ketua RT dan RW ngatur, parkir mobilnya satu arah saja. Nah sisi lainnya bisa dipakai kalau ada mobil Ambulans atau PMK datang," kata Risma.
Risma juga akan mendatangkan alat berat jika mobil PMK terhambat akses masuk ke lokasi kebakaran. Hal itu dilakukan menurut pengalamannya saat menangani kebakaran di lokasi pemukiman padat penduduk.
Selain itu, dirinya akan memerintahkan petugas PMK agar menangani kebakaran dengan menyemprotkan air dari ketinggian tertentu. Menurutnya, penanganan kebakaran di pemukiman padat penduduk, dengan cara seperti itu, akan lebih mudah. "Makanya, kadang kampung kok pakai mobil PMK yang tinggi. Karena kalau (memadamkan api) dari bawah, tingkat kesulitannya tinggi," ujar Risma.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
