Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 November 2018 | 22.45 WIB

Di Usia 96 Tahun, Suto Wijoyo Masih Berjualan Kinang

KINANG DAN TELUR ASIN: Sujiyem melayani pembeli yang membeli kinang saat Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW, Selasa (20/11). - Image

KINANG DAN TELUR ASIN: Sujiyem melayani pembeli yang membeli kinang saat Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW, Selasa (20/11).

JawaPos.com - Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW di Solo identik dengan kinang dan juga telur asin. Dua benda tersebut mempunyai filosofi tersendiri. Telur asin dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama ndok amal.


Nama ini mempunyai filosofi bahwa manusia harus terus menambah amal baiknya. Kemudian kinang dipercaya bisa membuat orang yang mengunyahnya bisa menjadi awet muda.


Maka tidak heran jika setiap kali gelaran Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW dua benda tersebut sangat mudah dijumpai. Rata-rata para penjual kinang maupun ndok asin sudah berusia lanjut.


Salah satunya adalah Suto Wijoyo. Saat ini Suto sudah berumur lebih kurang 96 tahun. Nenek dari Banyudono, Boyolali tersebut sudah berjualan ndok amal dan kinang lebih dari 50 tahun.


Suto tidak hanya ingin mendapatkan laba dari jualannya. Melainkan lebih dari itu, yakni menjaga tradisi agar tidak punah ditelan waktu. Maka dari itulah, Suto terus meregenerasi profesinya tersebut. Dan sekarang dia juga mengajak cucu dan keponakannya, Sujiyem, 56.


Suto bersama Sujiyem memilih tempat berjualan di bangsal Pradonggo. Bangsal ini berada di depan sisi utara masjid Agung Solo. Biasanya tempat ini digunakan sebagai tempat untuk menempatkan gamelan Keraton Kasunanan Surakarta.


Tetapi, Selasa (20/11) gamelan sudah dibawa kembali ke Keraton oleh sejumlah abdi dalem. Itu dilakukan karena gamelan akan diikutsertakan dalam Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW. Saat ditemui Jawapos.com di lapaknya, Suto terlihat masih begitu sehat.


Itu telaten memberikan injet ke dalam kinang yang diraciknya. Hiruk pikuk di sekelilingnya tidak membuatnya terganggu saat berkomunikasi dengan anggota keluarganya.


Bahkan sesekali Suto melayani pembeli yang membeli telur asinnya. Pagi itu, Suto membawa ribuan telur asin. Setiap telur asin dijualnya dengan harga Rp 3.000. Tetapi, jika ada yang membeli dalam jumlah banyak, harga pun bisa dikurangi menjadi Rp 2.500 saja.


Keponakan Suto, Sujiyem mengatakan, biasanya telur asin yang dibawa selama Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW sebanyak 5.000 telur. Dan jumlah tersebut akan habis dibeli oleh para pengunjung yang ingin menyaksikan Garebeg.


"Kemarin itu saya lupa tidak memperhatikan tanggalan, jadinya pesan telurnya juga mendadak dan ini hanya dapat 4.000 telur saja. Biasanya sampai 5.000 telur," ungkap Sujiyem.


Sujiyem sendiri sudah lebih dari 12 tahun ikut berjualan kinang. Setiap tahun dirinya tidak pernah absen berjualan di kompleks Masjid Agung. Bahkan Sujiyem bersama Suto dan keponakannya sudah berada di kompleks Masjid Agung Solo sejak seminggu yang lalu.


Dirinya menginap di Bangsal Pradonggo. Menggunakan, perlengkapan seadanya, Sujiyem pun sebisa mungkin tetap menjaga staminanya agar tetap terjaga setiap harinya. Kinang yang dijual Sujiyem cukuplah murah. Untuk setiap bungkus, harganya hanya Rp 2.500 saja.


Kalau ada yang membeli Rp 5.000, Sujiyem memberikan tiga bungkus kinang. Kinang yang dijual terdiri dari injet, gambir, daun sirih, tembakau. Bahan-bahan tersebut dijadikan satu dan dikunyah rasa getir, pedas dan sedikit pahit akan dirasakan pengunyahnya.


Meski begitu, mengunyah kinang menjadi satu tradisi yang ada saat Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW. "Mengunyah kinang itu bisa merawat dan menguatkan gigi. Lalu air kunyahan kinang jangan dibuang, tetapi ditelan. Air itu bermanfaat bagi lambung dan bisa mengobati sakit magh," jelas Sujiyem. Bagi yang mengunyahnya, akan terlihat di mulutnya warna merah. Bahkan warna merahnya kadang menyerupai darah.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore