Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 November 2018 | 21.52 WIB

Ini Pantangan Memasuki Wilayah Batu Bolong Lombok

Batu bolong, Lombok, NTB - Image

Batu bolong, Lombok, NTB

JawaPos.com - Batu Bolong adalah lubang yang terbentuk karena proses abrasi. Situs teologi ini terletak di sebuah teluk sebelah selatan Senggigi, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki keunikan dan nilai nilai budaya. Selain itu sekitar Batu Bolong merupakan adanya pura sebagai tempat ibadah umat Hindu.


Karena lokasi Batu Bolong adalah tempat ibadah maka dari itu, perempuan yangs edang tidak suci atau sedang haid dan masa nifas tidak diperkenankan masuk. Itu merupakan aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh pengunjung Batu Bolong, Lombok.


Pasalnya ketika ada yang diam-diam masuk saat sedang haid maka akan terjadi sesuatu padanya. Yakni salah satunya tidak bisa haid selama beberap bulan atau istilah warga setempat yakni kemacetan.


"Perempuan sedang haid enggak boleh karena ini tempat suci. Seringkali ada yang masuk diam-diam, keluar dari ini ada kejadian," kata penjaga Batu Bolong Nengah Suice, Lombok, Minggu (18/11).


Menurutnya hingga saat ini sudah ada tiga kejadian terhadap wisatawan yang melanggar aturan tersebut. Salah satunya wisatawan asal Bandung yang mencoba mengelabuhi petugas dengan menyebut bahwa dirinya sudah bersuci (mandi besar sesudah haid). Padahal dia masih dalam keadaan haid.


"Dari Bandung ada kejadian sampai balik lagi ke sini. Sudah ada plang dan ditanya lagi sama petugas tidak boleh masuk (kalau sedang haid). Dia bilang sudah keramas (suci) padahal dia belum. Setelah di sana itu dia mengalami kesakitan sampai di rumah itu dia macet. Harus dibawa lagi ke sini," ungkapnya.


Diketahui, perempuan berwisata di Lombok hanya tiga hari saja dan langsung bertolak ke Kotanya. Namun karena ada hal yang mengganjal yakni perempuan itu kesakitan akhirnya dibawa lagi ke Batu Bolong untuk disembuhkan atau diobati oleh pendeta setempat.


"Pas banget ada pendetanya jadi diobatin dengan air. Kemacetannya (tidak haid) hampir 7 bulan sejak dia ke sini. Jadi sakitnya kaya sakit kuning dan minta air dari ini dan syarat-syaratnya," tuturnya.


Selain itu ada pula kejadian dua sejoli yang datang ke sana. Saat itu mereka bersantai-santai di Batu Bolong. Padahal itu adalah tempat kramat dan harus menaati aturan juga harus sopan.


"Jadi kejadian itu, pulang dari sana mereka balik lagi. Orang itu sempat ciuman. Jadi (imbasnya) hidung laki-laki dan pipi perempuan mereka lengket (menempel) jadi sempat dioperasi. Kabarnya mereka meninggal tapi itu karena operasi," ujarnya.


Untuk diketahui, wisatwan hanya diperbolehkan melihat-lihat di halaman pura saja. Tidak diperkenankan memasuki tempat ibadah karena akan mengganggu. Sebelum masuk pun pengunjung harus menggunangkan selendang yang sudah disediakan penjaga dan diikatkan di pinggangnya.


Untuk biaya tidak ada patokan atau tidak ditarif. Hanya saja ada uang donasi seikhlasnya. Itu dipergunakan untuk biaya kebersihan lokasi Batu Bolong.


Menurut penjaga, Batu Bolong sangat ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Namun pascagempa Batu Bolong sepi dari pengunjung bahkan di hari weekend pun hanya ada beberapa pengunjung saja. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore