Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 September 2023 | 07.24 WIB

Terkuak Dokter Gadungan di Klinik PHC, Legislator DPRD Jawa Timur Minta Verifikasi Ulang Seluruh Tenaga Medis

Anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan Agatha Retnosari. - Image

Anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan Agatha Retnosari.

JawaPos.com–Anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan Agatha Retnosari mengaku terkejut, mendengar ada dokter gadungan yang bisa dan telah bekerja selama hampir tiga tahun di rumah sakit ternama. Dia mengecam kecerobohan administratif rumah sakit tersebut.

Menurut Agatha, terkuaknya kasus tersebut sangat mengganggu profesionalitas tenaga medis. Apalagi itu menyangkut kesehatan dan nyawa seorang pasien. Bagaimana mungkin seorang yang hanya lulusan SMA bisa memberikan pengobatan ala dokter dan itu berlangsung hampir tiga tahun.

”Dengan munculnya kasus ini, saya meminta dilakukan verifikasi ulang seluruh tenaga medis. Tidak hanya di rumah sakit Susanto (dokter gadungan) pernah bekerja. Tapi kalau perlu di seluruh rumah sakit di Jawa Timur. Jangan-jangan ada kasus serupa. Tidak hanya dokter, tapi juga bisa perawat atau tenaga medis lainnya,” kata Agatha, Jumat (15/9).

Susanto dokter gadungan tersebut diketahui setelah pihak RS PHC Surabaya akan melakukan perpanjangan kontrak pada 12 Juni. RS PHC itu berada di bawah PT Pelindo Husada Citra.

Susanto sebelumnya mendapatkan pekerjaan di RS PHC pada 2020, setelah mencuri data milik seorang dokter asal Bandung, dr Anggi Yurikno, melalui sebuah situs.

Berselang hampir tiga tahun, pihak rumah sakti menemukan ketidaksesuaian antara hasil foto dengan Sertifikat Tanda Registrasi (STR) yang dikirimkan. Hal itu diketahui, setelah RS PHC meminta ulang data dokumen lamaran pekerjaan untuk memperpanjang kontrak.

”Dan ternyata, dari informasi yang saya dapat, Susanto sebelumnya juga pernah melakukan penipuan serupa di rumah sakit di Kalimantan pada 2006-2008. Ini sungguh keterlaluan. Dia bisa mengelabui administrasi rumah sakit. Itu artinya ada kelemahan di sana,” ungkap Agatha Retnosari, alumnus Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu.

Dengan adanya kasus tersebut, Agatha meminta pihak rumah sakit untuk meminta maaf kepada seluruh pasien yang pernah ditangani. Sebab itu kecerobohan rumah sakit, yang tidak melakukan seleksi secara ketat tenaga medis yang direkrut.

”Saya juga meminta penegak hukum untuk memproses dengan tegas. Kalau perlu menghukum dengan hukuman maksimal. Sebab Susanto telah dua kali melakukan penipuan dengan menjadi dokter gadungan,” ujar Agatha Retnosari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore