
Petugas BPBD melakukan pemantauan di area TNBTS, Jumat (15/9).
JawaPos.com–Kebakaran di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang disebabkan flare prewedding, telah padam total sejak Kamis (14/9). Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyiagakan petugas untuk pemantauan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, sejauh ini sudah tidak ada titik api lagi yang ditemukan di wilayah Gunung Bromo. Utamanya di wilayah yang masuk Kabupaten Probolinggo.
”Alhamdulillah Sudah tidak ada titik api. Siang tadi (15/9), kita mengikuti koordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi, dan BPBD Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Probolinggo, di Bromo Hill Side,” ujar Zubaidullah dikutip dari Radar Bromo.
Meski telah padam, dia mengatakan, ada sejumlah lokasi rawan. Namun, lokasi-lokasi tersebut telah dilakukan penanganan oleh masyarakat setempat.
”Lokasi rawan tadi sudah diadakan kegiatan kerja bakti oleh masyarakat di daerah Bromo,” terang Zubaidullah.
Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah TNBTS. Tidak hanya itu sejumlah personel BPBD juga disiagakan dalam sepekan ke depan.
”Pekan ini akan ada 4-5 orang yang bersiaga secara bergantian. Guna melakukan pemantauan,” jelas Zubaidullah.
Kebakaran Bukit Teletubbies di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sejak Rabu (6/9) sampai Minggu (10/9) malam masih terjadi kebakaran yang dipicu flare prewedding di Blok Savana, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.
Flare wedding itu dilakukan enam orang. Lima orang berstatus sebagai saksi, di antaranya pasangan calon pengantin berinisial HP, 39, asal Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya; dan pengantin perempuan PMP, 26, asal Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang. Kemudian Kru wedding organizer (WO) MGG, 38, asal Kedungdoro, Surabaya; ET, 27, asal Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya; dan ARVD, 34, juru rias asal Tandes, Kota Surabaya; masih berstatus saksi.
Kepolisian telah menetapkan, satu orang tersangka dalam kejadian tersebut. Yakni, Andrie Wibowo Eka Wardhana, 41, manajer WO.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
