
Denise, WNA dari Spanyol yang nekat mendaki Gunung Merapi dan terjebak 12 jam, bercerita tentang pengalamannya.
JawaPos.com - Jacinto Cornejoo Denise Del Carmen, pendaki gunung berkebangsaan Spanyol, akhirnya berhasil diselamatkan oleh petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) setelah terjebak di jalur pendakian Gunung Merapi selama 12 jam. Denise dibawa turun oleh petugas pada Kamis (14/9) sekitar pukul 12.03 WIB, sejak naik pada Rabu (13/9) sebelumnya. Diketahui, Denise mendaki secara ilegal karena pendakian di Gunung Merapi tengah ditutup.
Usai dievakuasi, Denise pun dimintai keterangan tentang aksi nekatnya naik ke Gunung Merapi, bahkan sendirian saja. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena telah melanggar aturan.
“I am sorry. I am sorry. So many people here (Saya minta maaf. Saya minta maaf ada banyak orang di sini),” kata Denise dalam keterangannya dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (15/9).
Denise pun bercerita dirinya naik sendirian menuju puncak Gunung Merapi. Sesampainya di Pos 1 atau sekitar 1,5 km dari New Solo, titiknya memulai pendakian, ia tak menemukan siapapun di sana karena pendakian Gunung Merapi memang tengah ditutup.
Di sana ia mulai bingung, namun ia memilih tetap melanjutkan perjalanan. Perjalanan Denise mulai terasa sulit saat hari mulai gelap dan suhu terasa kian dingin. Selain itu, Merapi juga tengah diselimuti kabut tebal yang membuat pandangannya terbatas.
“Saya pakai jaket dan selimut untuk menahan dingin. Saat itu di benak saya, kondisinya sangat berbahaya. Saya dalam situasi berbahaya. Semua batu-batu di bawah (kaki) runtuh. Semua yang saya pijak woooss (runtuh),” terangnya.
Dalam situasi itu, ia yang sudah berjalan jauh mulai merasa lelah dan mengantuk. Ia berusaha tidur sebisanya, namun tetap tidak bisa tidur dengan tenang dan nyaman.
“Saya berpindah-pindah terus. Saya sangat kedinginan. Saya hampir tidak tidur. Mungkin hanya tidur 50 menit sampai 1 jam saja. I think the worst part at night (saya merasakan pengalaman terburuk malam itu),” imbuhnya.
Meski dalam kondisi begitu, namun Denise masih cukup beruntung karena sempat membawa logistik sebelum mendaki. Menurutnya, selama pendakian ia hanya sempat minum dua kali saja.
“Saya juga bawa cokelat. Jadi saat pagi saya hanya makan cokelat. Ya, saya sangat beruntung,” tambahnya
Berjalannya waktu, Denise mulai merasa panik di tengah hutan. Ia lantas meniupkan peluit yang dibawanya berkali-kali untuk meminta bantuan, namun tak ada respon. Sudah begitu, Denise juga menyalakan senter berulang-ulang sebagai sinyal save our ship (SOS), dengan harapan akan ada yang melihat dan datang menolongnya.
Sayangnya, upaya itu juga tak membuahkan hasil. Denise pun teringat masih menyimpan powerbank di tasnya. Dengan sambungan powerbank dan ponselnya, Denise menghubungi seorang agen perjalanan yang sebelumnya dipakai jasanya untuk bepergian.
“Spontan langsung menghubungi agen saya,” tambahnya.
Denise akhirnya berhasil diselamatkan esok harinya. Ia tampak mengenakan kaus berwarna ungu muda, jaket merah, celana legging hitam, kacamata dan ransel hitam, serta topi. Saat ditemukan dan dibawa turun, kondisi Denise tampak baik-baik saja, namun ia sempat panik saat bertemu dengan petugas penyelamat.
“Saya baik dan tidak apa-apa. Tapi saya harus mendaki selama 12 jam. Terima kasih Tuhan. Terima kasih juga atas pertolongannya,” pungkas Denise.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
