
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BPN Jawa Timur Jonahar.
JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana pembagian 5.000 sertifikat tanah wakaf di Jawa Timur. Dokumen tersebut telah diselesaikan BPN Jatim.
Gubernur optimistis, pembagian sertifikat tanah yang masif ini akan mempercepat target penyelesaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Timur pada 2025. Terutama sinergitas Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Jawa Timur saat ini telah membuahkan hasil capaian yang membanggakan.
Berdasar data hasil review capaian PTSL 2022, pencapaian persentase Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) dan Peta Bidang Tanah (PBT) per 5 Januari untuk Jawa Timur telah mencapai 100 persen. Capaian PTSL Jatim itu merupakan yang tertinggi di Indonesia tiga tahun berturut-turut sejak 2020. Bahkan capaian pada 2022 juga lebih tinggi dari capaian nasional.
”Akhir September ini rencananya dibagikan 5.000 sertifikat tanah. Ini adalah wujud sinergitas Gugus Tugas Reforma Agraria di Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah yang juga Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menyebut, rencananya sertifikat tanah wakaf yang akan dibagikan meliputi sertifikat pesantren, madrasah, rumah ibadah, dan tempat pemakaman umum. Pasalnya masih banyak fasilitas umum tersebut yang belum memiliki sertifikat tanah.
Terkait target PTSL, Gubernur Khofifah berharap proses penyelesaiannya bisa dilakukan percepatan sehingga target bisa dicapai. Meskipun, memang dibutuhkan berbagai upaya yang tidak mudah agar bisa tuntas.
”Ini tentu bisa dilakukan konsolidasi mana-mana saja yang bisa di-support Pemprov Jatim dan mana yang bisa di-support kabupaten/kota,” terang Khofifah.
Tak hanya itu, Program Tri Juang yang diupayakan Pemprov Jatim untuk menuntaskan masalah pertanahan di Jawa Timur juga menjadi program yang direplikasi di banyak provinsi. Program Tri Juang sendiri adalah upaya menyinergikan pemetaan bidang tanah/persil dari tingkat desa sampai provinsi secara lebih akurat melibatkan kepala daerah, kepala kanwil BPN, kepala kantor pertanahan, dan kepala desa.
”Program Tri Juang ini, saya rasa memberikan dampak positif untuk PTSL bisa tuntas lebih cepat,” terang Khofifah.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim Jonahar menyampaikan, Jawa Timur adalah provinsi terbanyak mengeluarkan sertifikat. Sampai tahun ini, Jawa Timur tetap berada di posisi teratas dalam upaya penyelesaian PTSL.
Jonahar juga mengungkapkan, program Tri Juang menjadi salah satu faktor Jawa Timur mampu menuntaskan PTSL lebih cepat di antara provinsi lain. Beberapa langkah yang diambil Gubernur Khofifah untuk penyelesaian PTSL di Jatim menjadi hal yang diadaptasi Menteri ATR/BPN untuk diimplementasikan di seluruh provinsi di Indonesia.
”Nomor satu itu Jawa Timur anggaran maupun fisik, itu karena Tri Juang yang sangat terkenal di Indonesia. Sangat efektif karena kerja sama tersebut membuahkan hasil kecepatan sertifikasi dan yang disampaikan ke rakyat,” ucap Jonahar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
