Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 September 2023 | 03.49 WIB

Jabar Tambah Zona Darurat Sampah TPA Sarimukti Kapasitas 23.000 Ton

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (12/9). - Image

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (12/9).

JawaPos.com–Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin menyampaikan, pembukaan zona darurat pembuangan sampah baru dengan daya tampung 23 ribu ton sampah di kawasan TPA Sarimukti dilakukan secara hati-hati.

”Betul ada kekhawatiran akan terjadi kebakaran di (hutan) sebelahnya. Karena itu, kita asesmen dulu sebelum memutuskan akan dibuka. Insya Allah kita lebih berhati-hati dalam memilih lahan-lahan baru ini,” kata Bey seperti dilansir dari Antara di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (12/9).

Bey mengatakan, pembukaan zona darurat pembuangan sampah dilakukan untuk mengatasi masalah sampah di Bandung Raya. Sebab, pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti menjadi terbatas akibat kebakaran.

Dia menjelaskan, zona darurat pembuangan sampah kapasitasnya hanya 23 ribu ton. Sehingga, pemanfaatannya bagi empat wilayah di Bandung Raya mesti diatur.

”Mohon masyarakat bersama-sama mengurangi sampah dari rumah, mulai memilah-milah sampah dari rumah. Kita biasakan, untuk yang organik juga dipisahkan,” ujar Bey Triadi Machmudin.

Kkebakaran di TPA Sarimukti belum juga padam. Pemprov Jabar berlakukan status tanggap darurat bencana kebakaran TPA Sarimukti dan mengambil alih penanganan kebakaran di fasilitas tersebut dari 12 sampai 25 September.

”Bukan berarti dengan dua minggu nanti tinggal perpanjang, tidak. Yang pasti kita ingin (kebakaran) padam dalam dua minggu ini, tentunya dengan upaya kita bersama,” terang Bey Triadi Machmudin.

Menurut Bey, tidak mudah memadamkan kebakaran sampah di TPA Sarimukti. Sebab, tumpukan sampah di fasilitas tersebut sudah sangat tinggi. 

”Ketika dipadamkan di atasnya terlihat sudah padam, tapi ternyata belum tentu, karena kan tinggi sekali tumpukan sampahnya, sehingga harus dipastikan betul sudah padam,” terang Bey Triadi Machmudin.

Pemprov Jabar akan menggandeng instansi pemerintah terkait untuk menggunakan teknologi modifikasi cuaca. Hal itu guna mempercepat pemadaman kebakaran di TPA Sarimukti. Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI, Polri, dan instansi pemerintah lain, membuat jalur jalan menuju ke titik api serta melakukan pengeboman air ke lokasi kebakaran jika memungkinkan.

”Saya optimistis kebakaran akan teratasi. Ada strategi pemadaman yang kami siapkan, akan dibuat klaster jalan untuk memudahkan lagi menuju titik apinya, rekayasa cuaca, dan lainnya,” papar Bey Triadi Machmudin.

Pemerintah juga berupaya mengatasi dampak kebakaran di TPA Sarimukti terhadap kondisi kesehatan dan perekonomian warga sekitar.

”Kesehatan sejauh ini sudah ditangani dengan bantuan. Untuk yang terdampak ekonomi, ini kan sementara, karena posisi darurat tentunya keselamatan lebih kita utamakan,” ucap Bey Triadi Machmudin.

Sebelum penanganannya diambil alih Pemprov Jabar, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menjalankan berbagai upaya dan mengeluarkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk mengatasi kebakaran di TPA Sarimukti. Kebakaran itu menimbulkan masalah penanganan sampah di wilayah Bandung Raya, yang mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang​​​​​​​.

Dengan kewenangan di Pemprov Jabar, Bey mengungkapkan, pihaknya akan mengucurkan dana kedaruratan sampai Rp 5,8 miliar. ”Untuk dana sebesar Rp 5,8 miliar sebagai usaha pemadaman,” tutur dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore