Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 September 2023 | 05.58 WIB

Tinjau Penanganan Karhutla di Gunung Arjuno, Kepala BNPB Tambah Helikopter dan Serahkan Sejumlah Peralatan

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau progres penanganan bencana karhutla Gunung Arjuno dan sejumlah kejadian kebakaran di Jatim. - Image

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau progres penanganan bencana karhutla Gunung Arjuno dan sejumlah kejadian kebakaran di Jatim.

JawaPos.com–Progres penanganan bencana karhutla Gunung Arjuno dan sejumlah kejadian kebakaran di Jatim ternyata menarik perhatian Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Didampingi Deputi Penanggulangan Darurat Mayjen TNI Fajar Setiawan dan sejumlah pejabat BNPB, Jumat (8/9), Kepala BNPB meninjau penanganan karhutla Gunung Arjuno di Posko Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Turut menyambut kunjungan itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, Danlanud Abdurrahman Saleh, Karo Ops. Polda Jatim, dan anggota Komisi VIII DPR Anisah Syakur.

Hadir juga Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kadishut Jatim Djumadi, Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya S., dan Kalaksa BPBD empat daerah, yakni Kabupaten Pasuruan, Malang, Mojokerto, dan Kota Batu. Acara kunjungan itu diawali dengan pemantauan udara menggunakan helikopter BNPB type AS350B3e/PK-DAP dipimpin kepala BNPB.

Selanjutnya, digelar rapat koordinasi percepatan penanganan karhutla Gunung Arjuno di Posko Karhutla Kaliandra, Kabupaten Pasuruan. Sekdaprov Jatim menyampaikan, sejak kejadian awal kebakaran pada Sabtu (26/8), upaya pemadaman api lewat darat telah dilakukan. Namun, lantaran angin kencang, lokasi kejadian yang jauh dari jangkauan dan terbatasnya peralatan pemadaman, area terdampak kebakaran meluas hingga merembet di empat daerah.

Berdasar update data Posko Karhutla, luas area terbakar saat ini telah mencapai 4.796 ha. Itu meliputi sejumlah area di empat kabupaten/kota.

Mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sekdaprov Adhy Karyono menyampaikan terima kasih atas respons cepat BNPB saat dimintai bantuan armada helikopter untuk keperluan water bombing. Dengan water bombing sejak Sabtu (2/9), sejumlah titik api yang awalnya berkembang hingga 156 titik, akhirnya bisa berkurang.

”Kami yakin dengan water bombing dan aksi pemadaman melalui darat yang kita lakukan secara bahu membahu dengan TNI, Polri, dan masyarakat, penanganan kebakaran bisa segera selesai,” ucap Adhy.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, akan terus mendukung upaya pemadaman karhutla yang dilakukan Pemprov Jatim dengan meluncurkan sejumlah bantuan. Di antaranya, menambah satu armada helikopter yang memiliki kapasitas angkut air sebanyak 4.000 liter.

Selain itu, BNPB juga menyerahkan bantuan operasional berupa Dana Siap Pakai (DSP) Rp 750 juta dan sejumlah peralatan penanganan kekeringan dan karhutla. Yakni pompa jinjing sebanyak 10 pcs, pompa kapasitas besar 2 pcs, pompa kapasitas sedang 5 pcs, set nozle 40 pcs, tabung oksigen set 50 pcs, dan set APD penanganan karhutla sebanyak 100 pcs.

”Sebetulnya, penanganan water bombing itu adalah upaya terakhir. Yang perlu diperkuat adalah penanganan darat dengan melibatkan personel yang kuat dan peralatan yang lengkap,” terang Suharyanto.

Terkait penyebab kebakaran, dia mengakui, mayoritas kebakaran hutan akibat ulah manusia yang kurang disiplin, kurang tertib, atau melanggar aturan.

”Karena itu, pada masa-masa El Nino seperti saat ini, kami mengimbau segenap masyarakat untuk waspada dengan kegiatan yang memanfaatkan penggunaan api,” tutur Suharyanto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore