Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2020 | 17.45 WIB

Melongok Kejuaraan Perdana Ketapel! Unik, Mengenang Memori Masa Kecil

FOKUS: Salah satu peserta kejuaraan ketapel yang digelar di SD Mangkuyudan, kemarin (18/10). (Damianus Bram/RADAR SOLO) - Image

FOKUS: Salah satu peserta kejuaraan ketapel yang digelar di SD Mangkuyudan, kemarin (18/10). (Damianus Bram/RADAR SOLO)

JawaPos.com - Markaz Ketapel Indonesia (MKI) mengenalkan permainan ketapel melalui sebuah kompetisi. Kejuaraan ketapel digelar di SD Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Minggu (18/10). Ini kali pertama diadakan di Kota Bengawan. Peserta dari berbagai komunitas di luar Kota Solo juga hadir, seperti Jogja, Boyolali, hingga Jakarta.

Seperti yang diketahui, ketapel dulunya jadi sebuah senjata tradisional. Pecinta ketapel di Indonesia menjadikannya sebagai olahraga, dengan konsep peraturan-peraturan modern. Kompetisi yang diadakan oleh MKI ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 41 dewasa dan sembilan anak-anak.

Penyelenggara yang juga Ketua Puma Slingshot Club (PSSC) Solo Subani Priyo Saputro mengungkapkan, kesulitan olahraga ini terdapat pada konsentrasi, mental, skill dan konsistennya si pemain.

"Ketapel bukan suatu hal yang pasti. Misal hari ini menang, besok belum tentu," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Menurutnya, rata-rata player ketapel memiliki memori sejak kecil. Saking sukanya, dibuatkah komunitas pecinta ketapel, hingga semakin menyebar di Indonesia. Di Solo sendiri ada dua klub ketapel yakni PSSC dan Jajar Slingshot Club (JSSC).

"Kami juga ada misi pembinaan pemain muda usia dini untuk mengurangi konsumsi gadget pada anak. Belum lama ini sebenarnya sudah ada event nasional, namun ditiadakan karena pandemi Covid-19," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MKI Indonesia, Sangga Resna Kurniawan mengungkapkan, ada misi agar olahraga ini menjadi asosiasi resmi di Indonesia. Hal itu terlihat dari antusias dari pemain di berbagai daerah mengikuti kompetisi.

"Karena semangat kompetisi persahabatannya terbentuk, kita nanti membuat zonasi per kompetisi. Dari kompetisi tersebut akan kami cari pemain potensial," tuturnya.

Sangga mengungkapkan sudah ada klub binaan di bawah MKI di beberapa di kota-kota. Seperti klub seperti di Jakarta ada sembilan klub, Banten ada tiga klub, Jawa Barat ada empat klub, Solo ada dua klub, Jogja enam klub, Jawa Timur dua klub, Sulawesi selatan dua klub, dan Kalimantan Selatan ada satu klub.

Dijelaskannya, asosiasi dan turnamen ketapel tingkat nasional belum ada. Namun, para penggiat ketapel di Indonesia sedang berusaha untuk merealisasikan.

"Kita bersama-sama untuk mewujudkannya. Ketapel sendiri tren baru, jadi kami harus menjaganya hingga konsisten karena itu yang terpenting," pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=an4XELLGOzY&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore