Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2020 | 23.42 WIB

Seribuan Orang Mengungsi akibat Banjir di Selatan Garut

Banjir bandang melanda Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/10). BPBD Garut/Antara - Image

Banjir bandang melanda Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/10). BPBD Garut/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, mengirimkan logistik tahap awal yang didistribusikan dinas terkait untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan korban banjir bandang di wilayah selatan Garut, Senin (12/10). Banjir bandang itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Garut, pada Minggu (11/10), menyebabkan aliran Sungai Cilauteureun dan Cipalebuh meluap hingga menerjang permukiman warga.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, sekitar seribuan orang harus mengungsi akibat banjir bandang luapan dua sungai di wilayah selatan kabupaten itu, untuk menghindari ancaman bahaya dari dampak bencana tersebut. ”Sekarang yang mengungsi itu sudah seribuan orang,” kata Rudy seperti dilansir dari Antara di Garut, Senin (12/10).

Dia menjelaskan, seribuan orang kondisinya tidak nyaman atau rumahnya tergenang air luapan sungai besar sehingga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Laporan awal daerah yang terdampak banjir bandang luapan sungai besar yakni Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong.”Jumlah kerusakan sedang dihitung karena kejadiannya tadi jam empat subuh, korban tidak ada,” terang Rudy.

Bencana itu, lanjut dia, telah merusak sebagian rumah warga, ada juga bangunan sekolah terdampak banjir karena lokasinya tidak jauh dari aliran sungai.

”Pemkab Garut mengirimkan logistik untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan korban banjir. Ada beras 10 ton dan lauk pauk,” kata Rudy.

Dia menambahkan, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut langsung bergerak untuk menangani korban banjir yang sebagian sudah mengungsi. Sejumlah petugas dari dinas terkait dan instansi lain terus memantau dan membantu warga yang rumahnya terdampak banjir.

”Kalau perlu akan dibuka dapur umum, Tagana akan buat dapur umum,” tutur Rudy.

Seorang warga selatan Garut, Akbar, 30, mengatakan, banjir bandang menyebabkan banyak rumah warga yang tidak jauh dari sungai terendam air dengan ketinggian kurang lebih satu meter di Kecamatan Pameungpeuk. Banjir bandang itu, terjadi setelah hujan deras dan berlangsung lama mengguyur wilayah selatan Garut pada Minggu (11/10). ”Hujan dari semalam membuat Sungai Cipalebuh meluap, lalu tadi subuh air mulai naik dan masuk rumah,” ujar Akbar.

Sementara itu, sebanyak 298 gardu listrik milik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat terdampak banjir di Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Hingga Senin (12/10), seluruh gardu yang terendam belum dioperasikan. General Manager PLN Unit Jawa Barat Agung Nugraha mengatakan, turut prihatin atas musibah itu. Pihaknya akan memantau lokasi lokasi terdampak banjir.

”Sementara kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan agar masyarakat terhindar dari sengatan listrik,” kata Agung.

Agung juga menyampaikan permohonan maaf dan pengertian warga untuk daerah yang terdampak pemadaman listrik di sekitar atau dekat lokasi banjir. Hal itu terpaksa dilakukan demi keselamatan warga yang terdampak banjir.

”Beberapa titik lokasi yang terdampak banjir di wilayah Pameungpeuk Garut, yakni wilayah Neglasari, Pameukpeuk,Cibalong, Kampung Cisompet, Pameungpeuk Kota, Kecamatan Cikelet, sebagian Bungbulang,” ujar Agung.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=BXXr125vNms&ab_channel=JawaPos

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore