
Kebakaran TPA Sarimukti dengan antrean truk sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
JawaPos.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung minta dan mendorong semua pemangku kepentingan atau stakeholder berperan aktif dalam menyikapi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Kebakaran yang terjadi sejak 19 Agustus itu sampai hari ini (25/8) belum padam.
”Saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam mengatasi situasi darurat ini demi menjaga lingkungan dan kebersihan terkait situasi di TPA Sarimukti saat ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah seperti dilansir dari Antara di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (25/8).
Keterlibatan seluruh pihak, kata Asep, dibutuhkan karena kebakaran TPA Sarimukti yang masih terus berkembang dan semakin meluas ke berbagai zona pembuangan TPA. Sedikit banyak kondisi itu memberi dampak pada pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung.
”Atas perkembangan yang ada, kita harus segera merespons dengan cepat dan tepat melalui langkah-langkah yang baik dan implementatif,” ujar Asep Kusumah.
Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, lanjut dia, menjadi hal yang krusial dalam mengatasi situasi darurat terganggunya operasional TPA Sarimukti. Juga ketidakpastian waktu penanganan kebakaran secara menyeluruh.
Asep mengharapkan semua pihak bisa melakukan langkah-langkah penanggulangan kondisi darurat sampah itu. Di antaranya, aparat kewilayahan para camat, kepala desa, dan lurah diharapkan memainkan peran dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan kondisi TPA Sarimukti. Juga sosialisasi penanganan sampah secara berjenjang kepada masyarakat melalui ketua RW, RT, dan lembaga desa lainnya.
”Para camat, kepala desa, dan lurah diinstruksikan untuk melakukan monitoring, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi yang intensif terhadap fasilitas pengolahan sampah di wilayah masing-masing,” papar Asep Kusumah.
Selanjutnya, menurut dia, pimpinan instansi, lembaga pemerintahan, BUMN, BUMD, ormas, dan lembaga kemasyarakatan diminta untuk berperan aktif dalam mengajak masyarakat mengelola sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).
Pihaknya akan menjalankan langkah-langkah darurat termasuk penyediaan wadah sampah tambahan atau menggunakan wadah sampah yang lebih besar untuk mengumpulkan sampah dalam jumlah lebih banyak.
”Serta pemanfaatan lubang cerdas organik (LCO) atau lubang resapan biopori (LRB) juga akan dilakukan untuk penanganan sampah organik rumah tangga,” tutur Asep.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
