
Harimau yang dievakuasi BKSDA Sumbar bersama Satpol PP Kabupaten Solok dan warga di Nagari Gantungciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu (28/6). (SATPOL PP KAB. SOLOK FOR JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar kembali mengevakuasi seekor harimau di wilayah perladangan Kabupaten Solok. Evakuasi itu dilakukan bersama Satpol PP dan warga warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.
"Harimau ini merupakan harimau kedua yang masuk perangkap setelah pada Sabtu (13/6), satu harimau remaja juga terjerat perangkap," kata Kepala BKSDA Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok, Afrilius, seperti dilansir Antara, Minggu (28/6).
Harimau kedua yang dievakuasi merupakan harimau betina. Raja hutan itu masuk dalam perangkap yang dibuat BKSDA bersama warga. Sebelumnya warga Nagari Gantung Ciri diresahkan dengan adanya harimau berkeliaran di kawasan ladang mereka.
Lantas dibuatlah perangkap. Pada Sabtu (13/6), harimau pertama yang masih berusia remaja masuk dalam perangkap itu dan sudah dievakuasi. Lantas, Minggu (28/6) harimau kedua yang masuk perangkap.
"Sudah dua ekor yang sudah tertangkap, berarti masih ada satu ekor lagi. Jadi warga harus semakin waspada dan jangan ke ladang dulu untuk sementara. Takut induknya mengamuk," sebut Afrilius.
Baca juga: Harimau yang Resahkan Warga Berhasil Ditangkap di Kabupaten Solok
Menurut Afrilius, diduga harimau tersebut berkeliaran karena habitatnya banyak yang sudah dirusak oleh tangan-tangan manusia untuk lahan perkebunan. Harimau betina itu sudah sering masuk ke permukiman warga, sehingga sangat meresahkan.
"Kalau tidak terpaksa, harimau jarang sekali berinteraksi dengan manusia. Harimau yang diduga sudah berkeliaran lebih dari satu bulan di kawasan perkebunan Nagari Gantung Ciri dan sampai ke Nagari Jawi-Jawi Guguak akhir Ramadan lalu," ujarnya.
Menurut keterangan pihak BKSDA, pasca tertangkapnya dua harimau Sumatera tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk menahan diri sementara waktu agar tidak beraktivitas di kawasan perladangan yang diduga menjadi daerah berkeliarannya harimau. "Masih ada satu ekor induk harimau lagi yang belum tertangkap bisa saja mengamuk," ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (13/6) lalu satu ekor harimau tersebut juga sudah masuk ke perangkap yang dipasang warga. Harimau yang diperkirakan berusia antara 1,5 hingga 2 tahun tersebut, langsung dibawa pihak BKSDA Sumbar ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PHRS) di Dharmasraya.
Afrilius menduga harimau yang tertangkap Minggu pagi itu, merupakan kawanan dari tiga ekor harimau yang sebelumnya sering dijumpai warga di kawasan perkebunan kawasan Gantung Ciri.
Saat harimau tersebut sampai di pusat nagari Gantung Ciri, ratusan masyarakat datang berbondong-bondong untuk menyaksikannya.
Sementara itu, Wali Nagari Gantung Ciri Hendry Yuda mengatakan tertangkapnya harimau tersebut berawal dari pemasangan perangkap yang dilakukan oleh tim gabungan dari petugas BKSDA dan masyarakat.
Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan penghalauan kembali ke dalam hutan bersama tim gabungan, namun tidak membuahkan hasil dan harimau tetap berkeliaran di kawasan perladangan warga.
Kepala Satpol PP Kabupaten Solok Efriadi yang ikut dalam evakuasi mengatakan, harimau saat berada di dalam perangkap terlihat dalam kondisi tenang. Lantas dokter hewan dari BKSDA pun melakukan pembiusan untuk dievakuasi ke tempat rehabilitasi.
"Semoga harimau ketiga dapat dievakuasi dan warga tidak resah lagi," kata Efriadi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7bPg-Yj93Ro
https://www.youtube.com/watch?v=GrgVEAozMlE
https://www.youtube.com/watch?v=nsxVjMXeNMg

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
