
Salah satu tersangka memeragakan proses meracik vape liquid berbahan ektaksi yang diekstrak menjadi MDMA, Kamis (8/11).
JawaPos.com - TY, pemilik pabrik pembuatan liquid vape mengandung narkoba di kawasan Kelapa Gading dan Basura yang dibongkar polisi mengaku mengonsumsi ganja sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sehingga, sang istri ikut terpengaruh dalam bisnis haram peredaran narkoba.
"Saya sudah suka ganja, saya suka musik-musik reggae segala macam itu pas saya masih SMP. Sudah 15 tahun yang lalu," ujar dia di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11).
Napi di Rumah Tahanan Klas I Cipinang itu menegaskan bahwa dia tidak menjual ganja, tapi hanya ekstraksinya saja. Sebelum beralih ke binsis haram, TY mengaku awalnya dia mengekstraksi ganja guna kesehatan medis berdasarkan yang dia ketahui dari membaca.
"Awal mulanya saya ngelihat di luar (luar negeri, Red) itu banyak manfaat dari ekstraksi ganja sendiri. Jadi kalau kita lihat ganja, hanya sebatas represionalnya saja. Sebenarnya banyak banget manfaat dari ganja tersebut. Tapi, dengan dosis yang pas,” katanya.
TY menjelaskan, bila digunakan dalam dosis yang tepat, ekstraksi ganja sebenarnya bermanfaat baik untuk mengaktifkan endokanabinoit sistem, atau untuk meredam stres. Alat-alat yang digunakannya untuk meracik ekstraksi ganja didapat dari hasil menjual tembakau gorilla sebelum melakukan bisnis ini.
Sedangkan menjual liquid vape yang mengandung narkoba baru dia geluti semenjak empat bulan yang lalu. Untuk liquid vape yang mengandung Methylenedioxymethamphetamine (MDMA), lanjutnya, bukan dia yang membuat, tapi anak buahnya yang lain.
"(Sekali produksi) waktu itu saya 700 mililiter. Dibagi 2 mililiter (per botol). (Merek liquid) Saya Caricus dan Bananacus. Kalau Caricus sudah beredar lama, kalau Bananacus baru selesai (produksi) tapi sudah dibongkar," ujar TY.
Sementara itu, istri TY, DW, yang juga ditangkap karena membantu suaminya dalam bisnis haram itu mengaku nekat membantu hanya karena ingin jadi istri yang baik.
"Sebagai istri disuruh sama suami (patuh) gitu kan kalau nggak dilakuin dia marah," ucap DW menambahkan.
DW menjelaskan kalau dalam bisnis haram tersebut dirinya hanya berperan mentransfer sejumlah uang yang diperuntukkan membeli peralatan dan bahan-bahan dalam pembuatan liquid vape narkoba. Dia juga mengaku sebenarnya sudah kerap mengingatkan suaminya untuk berhenti melakukan bisnis haram itu.
"Saya sudah berapa kali bilang untuk stop (bisnis tersebut) apa segala macem karena keluarga yang kena imbas. Saya sudah punya anak dua, laki-laki semua. Saya nggak tahu, sekarang yang jaga orang tua," kata DW menyudahi.
Diketahui, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar rumah di kawasan elite Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang dipakai sebagai laboratorium liquid vape yang mengandung Methylenedioxymethamphetamine (MDMA). Tiap bulannya, tempat itu menghasilkan miliaran rupiah dari binsis haram tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
