
Warga menggunakan jasa perahu bermotor di kawasan perekonomian di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (5/5). Kasriadi/Antara
JawaPos.com–Banjir akibat luapan air Sungai Barito dan anak-anak sungainya sudah sepekan melanda wilayah Kabupaten Barito Utara di Kalimantan Tengah. Pada Selasa (5/5) siang, tinggi air banjir di daerah dataran rendah di Muara Teweh, ibu kota Kabupaten Barito Utara, masih ada yang lebih dari satu meter. Di Jalan Panglima Batur tinggi air berada di angka 1,2 meter dan di permukiman warga di kawasan Jalan Imam Bonjol tinggi air sampai 1,5 meter.
”Kita harapkan banjir mulai sore atau malam nanti mulai surut, karena wilayah hulu juga sudah surut, biasanya patokan warga terhadap banjir ini dari kawasan utara atau pedalaman Sungai Barito. Kalau tidak hujan lagi diperkirakan akan surut,” kata Dadang, seorang warga Muara Teweh seperti dilansir dari Antara pada Selasa (5/5).
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara Rizali Hadi mengatakan, banjir meliputi delapan dari sembilan kecamatan di Barito Utara. Banjir melanda wilayah kecamatan Lahei, Lahei Barat, Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, dan Montallat di tepi Sungai Barito; Kecamatan Teweh Timur di pinggir Sungai Teweh; dan Kecamatan Gunung Timang di tepi Sungai Montallat.
”Semua desa di sepanjang Sungai Barito kena banjir, ditambah anak sungainya seperti Sungai Teweh dan Sungai Montallat sampai muaranya diterjang banjir,” terang Rizali.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Barito Utara Eveready Noor mengatakan, bersama BPBD dan Kodim 1013 Muara Teweh serta instansi terkait lain, Dinas Sosial menyalurkan bantuan beras kepada 13.874 keluarga terdampak banjir yang tersebar di 74 desa dan kelurahan. ”Beras kami berikan untuk kebutuhan lima hari sebanyak 100.000 kilogram,” kata Eveready Noor.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara Siswandoyo meminta petugas kesehatan siaga di fasilitas pelayanan kesehatan untuk melayani warga yang membutuhkan pengobatan. Saat ini, belum ada laporan lonjakan kasus penyakit akibat banjir seperti gatal-gatal, diare, ISPA, dan lainnya.
”Petugas kesehatan saya minta tetap siaga dan dalam melayani masyarakat dengan tetap menerapkan protokol penanganan Covid-19,” kata Siswandoyo.
Dia juga mengimbau warga di daerah banjir menjaga kesehatan dan kebersihan guna menghindari penyakit. ”Banjir yang melanda daerah ini yang relatif lama, rawan terkena penyakit kulit seperti gatal-gatal karena bisa terjadi iritasi tubuh kena air kotor dan lainnya, sehingga masyarakat diminta menjaga kesehatan. Kalau ada yang mengalami keluhan selain gatal dan diare bisa berobat ke tempat pelayanan kesehatan setempat atau puskesmas terdekat,” ujar Siswandoyo.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=oRUJKBFt6CY
https://www.youtube.com/watch?v=Fx1-tEKpS70
https://www.youtube.com/watch?v=ZVYDzxryK1Q

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
