Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2020 | 21.08 WIB

Sudah Sepekan Banjir Merendam Wilayah Barito Utara

Warga menggunakan jasa perahu bermotor di kawasan perekonomian di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (5/5). Kasriadi/Antara - Image

Warga menggunakan jasa perahu bermotor di kawasan perekonomian di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (5/5). Kasriadi/Antara

JawaPos.com–Banjir akibat luapan air Sungai Barito dan anak-anak sungainya sudah sepekan melanda wilayah Kabupaten Barito Utara di Kalimantan Tengah. Pada Selasa (5/5) siang, tinggi air banjir di daerah dataran rendah di Muara Teweh, ibu kota Kabupaten Barito Utara, masih ada yang lebih dari satu meter. Di Jalan Panglima Batur  tinggi air berada di angka 1,2 meter dan di permukiman warga di kawasan Jalan Imam Bonjol tinggi air sampai 1,5 meter.

”Kita harapkan banjir mulai sore atau malam nanti mulai surut, karena wilayah hulu juga sudah surut, biasanya patokan warga terhadap banjir ini dari kawasan utara atau pedalaman Sungai Barito. Kalau tidak hujan lagi diperkirakan akan surut,” kata Dadang, seorang warga Muara Teweh seperti dilansir dari Antara pada Selasa (5/5).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara Rizali Hadi mengatakan, banjir meliputi delapan dari sembilan kecamatan di Barito Utara. Banjir melanda wilayah kecamatan Lahei, Lahei Barat, Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, dan Montallat di tepi Sungai Barito; Kecamatan Teweh Timur di pinggir Sungai Teweh; dan Kecamatan Gunung Timang di tepi Sungai Montallat.

”Semua desa di sepanjang Sungai Barito kena banjir, ditambah anak sungainya seperti Sungai Teweh dan Sungai Montallat sampai muaranya diterjang banjir,” terang Rizali.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Barito Utara Eveready Noor mengatakan, bersama BPBD dan Kodim 1013 Muara Teweh serta instansi terkait lain, Dinas Sosial menyalurkan bantuan beras kepada 13.874 keluarga terdampak banjir yang tersebar di 74 desa dan kelurahan. ”Beras kami berikan untuk kebutuhan lima hari sebanyak 100.000 kilogram,” kata Eveready Noor.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara Siswandoyo meminta petugas kesehatan siaga di fasilitas pelayanan kesehatan untuk melayani warga yang membutuhkan pengobatan. Saat ini, belum ada laporan lonjakan kasus penyakit akibat banjir seperti gatal-gatal, diare, ISPA, dan lainnya.

”Petugas kesehatan saya minta tetap siaga dan dalam melayani masyarakat dengan tetap menerapkan protokol penanganan Covid-19,” kata Siswandoyo.

Dia juga mengimbau warga di daerah banjir menjaga kesehatan dan kebersihan guna menghindari penyakit. ”Banjir yang melanda daerah ini yang relatif lama, rawan terkena penyakit kulit seperti gatal-gatal karena bisa terjadi iritasi tubuh kena air kotor dan lainnya, sehingga masyarakat diminta menjaga kesehatan. Kalau ada yang mengalami keluhan selain gatal dan diare bisa berobat ke tempat pelayanan kesehatan setempat atau puskesmas terdekat,” ujar Siswandoyo.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=oRUJKBFt6CY

 

https://www.youtube.com/watch?v=Fx1-tEKpS70

 

https://www.youtube.com/watch?v=ZVYDzxryK1Q

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore