
Grafis. (Chris/Jawa Pos)
JawaPos.com – Setelah menjalani karantina dan serangkaian tes kesehatan, para santri Ponpes Temboro, Kecamatan Karas (Magetan), asal Malaysia yang dinyatakan negatif coronavirus disease 2019 (Covid-19) akhirnya dipulangkan ke negara asalnya. Hanya, para santri asal negeri jiran itu berpotensi menjalani protokol lanjutan. Penyebabnya, saat menjelang pulang, beberapa di antara mereka ternyata berstatus reaktif saat menjalani rapid test.
Difasilitasi Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan, para santri Ponpes Temboro asal Malaysia tersebut dipulangkan tadi malam melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya. Ada 149 santri yang diperbolehkan pulang ke kampung halaman.
Namun, sebelum pulang, mereka menjalani rapid test sekali lagi. Untuk memastikan. Ternyata, 29 santri di antaranya dinyatakan reaktif.
Lantas, bagaimana nasib mereka? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi menyatakan, santri yang reaktif menjalani tes lanjutan. Menurut rencana, tes itu dilakukan di Malaysia. ”Tim dari Malaysia sudah berkoordinasi dengan tim di Jatim,” katanya.
Dokter Joni memastikan, penanganan santri Temboro asal Malaysia sudah sesuai standar. Pihak Malaysia juga sudah mengetahui. ”Tim dari Jatim memberi standardisasi penanganan Covid-19 maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, proses pemantauan terhadap santri Temboro yang masih di Magetan karena dinyatakan positif maupun reaktif rapid test terus berlangsung. ”Kami sangat berhati-hati dan teliti melakukan itu,” ucapnya.
Seperti diberitakan, kasus tersebut berawal pasca munculnya kabar mengejutkan dari Malaysia. Sebanyak 43 santri asal negeri jiran di ponpes itu dinyatakan positif Covid-19 saat baru tiba di negeri jiran oleh Kementerian Kesehatan setempat. Dari situ dilakukan tracing dan tes lanjutan terhadap seluruh warga ponpes. Hasilnya, dari 305 santri yang diperiksa, 16 orang dinyatakan positif.
Sejumlah kabupaten/kota di Jatim juga terus memantau kondisi para santri Ponpes Temboro yang sudah pulang ke daerah masing-masing. Upaya itu diwarnai sejumlah insiden.
Di Probolinggo, warga di sebuah desa di Kecamatan Gending dibikin geger saat Satgas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 mendatangi rumah salah satu santri yang baru pulang. Usaha satgas sempat menemui jalan buntu. Sebab, yang bersangkutan sempat tak ditemukan. Namun, kemarin pagi dia akhirnya dapat ditemukan dan diisolasi di rumah pengawasan.
Upaya jemput paksa yang dilakukan satgas beralasan. Sebab, dia diketahui reaktif saat rapid test. Namun, pihak keluarga tidak kooperatif. ”Hasil rapid (test) yang bersangkutan reaktif. Karena itu, dia harus dikarantina. Begitu juga keluarganya yang berinteraksi dekat,” kata Ugas Irwanto, koordinator satgas.
Di Tuban, GTPP Covid-19 setempat kembali menemukan empat kasus santri Temboro yang reaktif hasil rapid test-nya. Juru Bicara GTPP Covid-19 Tuban Bambang Priyo Utomo menyampaikan, tambahan baru kasus positif Covid-19 tersebut berdasar sampel darah menyusul kepulangan gelombang tiga santri asal Tuban.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
