Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2020 | 01.18 WIB

Negatif Covid-19, 149 Santri Ponpes Temboro asal Malaysia Dipulangkan

Grafis. (Chris/Jawa Pos) - Image

Grafis. (Chris/Jawa Pos)

JawaPos.com – Setelah menjalani karantina dan serangkaian tes kesehatan, para santri Ponpes Temboro, Kecamatan Karas (Magetan), asal Malaysia yang dinyatakan negatif coronavirus disease 2019 (Covid-19) akhirnya dipulangkan ke negara asalnya. Hanya, para santri asal negeri jiran itu berpotensi menjalani protokol lanjutan. Penyebabnya, saat menjelang pulang, beberapa di antara mereka ternyata berstatus reaktif saat menjalani rapid test.

Difasilitasi Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan, para santri Ponpes Temboro asal Malaysia tersebut dipulangkan tadi malam melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya. Ada 149 santri yang diperbolehkan pulang ke kampung halaman.

Namun, sebelum pulang, mereka menjalani rapid test sekali lagi. Untuk memastikan. Ternyata, 29 santri di antaranya dinyatakan reaktif.

Lantas, bagaimana nasib mereka? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi menyatakan, santri yang reaktif menjalani tes lanjutan. Menurut rencana, tes itu dilakukan di Malaysia. ”Tim dari Malaysia sudah berkoordinasi dengan tim di Jatim,” katanya.

Dokter Joni memastikan, penanganan santri Temboro asal Malaysia sudah sesuai standar. Pihak Malaysia juga sudah mengetahui. ”Tim dari Jatim memberi standardisasi penanganan Covid-19 maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, proses pemantauan terhadap santri Temboro yang masih di Magetan karena dinyatakan positif maupun reaktif rapid test terus berlangsung. ”Kami sangat berhati-hati dan teliti melakukan itu,” ucapnya.

Seperti diberitakan, kasus tersebut berawal pasca munculnya kabar mengejutkan dari Malaysia. Sebanyak 43 santri asal negeri jiran di ponpes itu dinyatakan positif Covid-19 saat baru tiba di negeri jiran oleh Kementerian Kesehatan setempat. Dari situ dilakukan tracing dan tes lanjutan terhadap seluruh warga ponpes. Hasilnya, dari 305 santri yang diperiksa, 16 orang dinyatakan positif.

Sejumlah kabupaten/kota di Jatim juga terus memantau kondisi para santri Ponpes Temboro yang sudah pulang ke daerah masing-masing. Upaya itu diwarnai sejumlah insiden.

Di Probolinggo, warga di sebuah desa di Kecamatan Gending dibikin geger saat Satgas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 mendatangi rumah salah satu santri yang baru pulang. Usaha satgas sempat menemui jalan buntu. Sebab, yang bersangkutan sempat tak ditemukan. Namun, kemarin pagi dia akhirnya dapat ditemukan dan diisolasi di rumah pengawasan.

Upaya jemput paksa yang dilakukan satgas beralasan. Sebab, dia diketahui reaktif saat rapid test. Namun, pihak keluarga tidak kooperatif. ”Hasil rapid (test) yang bersangkutan reaktif. Karena itu, dia harus dikarantina. Begitu juga keluarganya yang berinteraksi dekat,” kata Ugas Irwanto, koordinator satgas.

Di Tuban, GTPP Covid-19 setempat kembali menemukan empat kasus santri Temboro yang reaktif hasil rapid test-nya. Juru Bicara GTPP Covid-19 Tuban Bambang Priyo Utomo menyampaikan, tambahan baru kasus positif Covid-19 tersebut berdasar sampel darah menyusul kepulangan gelombang tiga santri asal Tuban.

ODP dari Bali Nyaris Lolos


Di bagian lain, kebijakan penyekatan dan pemantauan terhadap para pendatang yang masuk ke wilayah Jatim berlangsung di seluruh pintu perbatasan di provinsi ini. Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan, kebijakan tersebut berlaku menyeluruh dan sesuai dengan regulasi yang disepakati. ’’Pemantauan dilakukan kontinu. Semoga ikhtiar ini membawa hasil maksimal,’’ katanya.

Di lapangan, selain banyak pemudik yang akhirnya harus putar balik, sejumlah temuan lain mewarnai jalannya kebijakan tersebut. Di antaranya, di Pelabuhan Ketapang, seorang sopir truk dari Bali yang dinyatakan punya gejala terjangkit virus korona sempat berhasil menyeberang ke Banyuwangi.

Dari informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum menyeberang, sopir truk itu menjalani rapid test di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Setelah itu, dia melanjutkan perjalanan dan masuk ke kapal pada Minggu petang (26/4).

Begitu truk sudah masuk ke dalam kapal, pukul 19.45, petugas kesehatan di Pelabuhan Gilimanuk mengabarkan bahwa hasil tes sopir itu reaktif. Karena posisi kendaraan sudah berada di dalam kapal, tim kesehatan pelabuhan meminta sopir tersebut tetap dibiarkan menyeberang.

Saat tiba di Pelabuhan Ketapang, dia tidak diperkenankan keluar dari truknya. Selama di perjalanan, ada petugas kepolisian yang mengawal sopir itu. ’’Petugas kapal juga menyemprot kendaraan sopir dengan disinfektan. Dia tidak boleh keluar,’’ ungkap salah seorang saksi yang enggan namanya disebutkan.

Kawilker Tanjung Wangi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Probolinggo dr Nungki Najfaris menyatakan tidak menerima laporan resmi soal sopir truk yang disebut-sebut ODP tersebut. ’’Setahu kami, tidak ada informasi yang masuk. Mungkin bisa ditanyakan ke Gilimanuk karena mereka yang melakukan rapid test,’’ ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=cLM3H6qlIWM

https://www.youtube.com/watch?v=9TIxBLIidKE

https://www.youtube.com/watch?v=381__fOa4Tk

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore