
Ilustrasi Gubernur Riau Syamsuar meninjau kesiapan asrama haji untuk menampung pasien Covid-19 di Kota Pekanbaru. Diskominfotik Riau/ Antara
JawaPos.com–Polda Riau bersama Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) bekerja sama untuk membantu penanganan jenazah terindikasi maupun positif Covid-19. Tim bersama itu dibentuk karena tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Riau.
Kabid Dokter Kesehatan Polda Riau Kombespol Adang Azhar mengatakan, diperlukan upaya untuk menjamin keamanan dan menghilangkan stigma negatif pada masyarakat terhadap pasien yang terkait wabah Covid-19. Stigma negatif terhadap penderita, tenaga medis, maupun keluarga pasien terindikasi Covid-19 di Riau terjadi karena banyak masyarakat belum memahami virus mematikan tersebut.
”Kita juga memberikan bantuan turun lansung k elapangan jika rumah sakit kekurangan tenaga. Yang pasti jika ada jenazah yang terindikasi Covid-19 akan kita back up sebaik mungkin,” kata Adang seperti dilnasir dari Antara pada Kamis (16/4).
Dia menjelaskan, di Riau juga terjadi fenomena kematian terduga atau pasien dalam pengawasan (PDP) tergolong tinggi. Berdasar data Dinas Kesehatan Riau, hingga Kamis (16/4) pagi, sudah ada 25 orang PDP yang meninggal dunia dan baru dua orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah kematian PDP lebih tinggi dari kasus positif korona yang ada sebanyak 20 kasus.
Menurut Adang, pembentukan tim tersebut berdasar telegram Kapolda Riau Nomor: ST/520/IV/BIN1./2020 terkait penanganan jenazah Covid-19 sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan jenazah yang dikeluarkan PDFI pusat. Terkait teknis, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dokter spesialis forensik yang juga merupakan ketua PDFI cabang Riau-Sumbar-Kepri dan juga BEM FK Unri yang berpengalaman dan paham dalam penanganan jenazah.
”Penanganan jenazah terindikasi Covid-19 ini akan diberikan edukasi kepada pihak petugas rumah sakit bagaimana penanganan dengan benar dan baik sesuai prosedur standar. Untuk meningkatkan koordinasi, Rumah Sakit Bhayangkara juga sudah membuat call center yang bisa dihubungi kapan saja,” ujar Adang.
Setelah penanganan jenazah terindikasi Covid-19 sudah ditangani tim forensik, jenazah tersebut bisa dikatakan aman dan tidak lagi ada menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. Bahkan jenazah yang yang ditangani tim forensik nanti boleh disalatkan pihak keluarga bagi yang muslim dan juga cara lain sesuai masing-masing keagamaan, termasuk melihat saat pemakaman jenazah.
”Namun, perlu diperhatikan bahwa jenazah tetap tidak boleh dipegang. Pihak keluarga dan pelayat harus tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Jadi ke depan masyarakat tidak perlu takut dan khawatir lagi, karena jenazah yang terindikasi Covid-19 sudah ditangani tim berkompetensi. sehingga jangan ada lagi ada penolakan,” ucap Adang.
Untuk penanganan penatalaksanaan jenazah terindikasi atau positif Covid-19, dia akan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memberikan pendampingan. ”Memberikan bantuan dan pendampingan tata laksana pemulasaran serta pemeriksaan jenazah di lapangan terutama di instalasi rumah sakit yang membutuhkan,” ujar Adang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6kgbEkZwP28
https://www.youtube.com/watch?v=YQNMssiq8zo
https://www.youtube.com/watch?v=dmitwOvsfJE

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
