Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2020 | 17.22 WIB

Angka Kematian Tinggi, Tim Penanganan Jenazah Covid-19 Dibentuk 

Ilustrasi Gubernur Riau Syamsuar meninjau kesiapan asrama haji untuk menampung pasien Covid-19 di Kota Pekanbaru. Diskominfotik Riau/ Antara - Image

Ilustrasi Gubernur Riau Syamsuar meninjau kesiapan asrama haji untuk menampung pasien Covid-19 di Kota Pekanbaru. Diskominfotik Riau/ Antara

JawaPos.com–Polda Riau bersama Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) bekerja sama untuk membantu penanganan jenazah terindikasi maupun positif Covid-19. Tim bersama itu dibentuk karena tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Riau.

Kabid Dokter Kesehatan Polda Riau Kombespol Adang Azhar mengatakan, diperlukan upaya untuk menjamin keamanan dan menghilangkan stigma negatif pada masyarakat terhadap pasien yang terkait wabah Covid-19. Stigma negatif terhadap penderita, tenaga medis, maupun keluarga pasien terindikasi Covid-19 di Riau terjadi karena banyak masyarakat belum memahami virus mematikan tersebut.

”Kita juga memberikan bantuan turun lansung k elapangan jika rumah sakit kekurangan tenaga. Yang pasti jika ada jenazah yang terindikasi Covid-19 akan kita back up sebaik mungkin,” kata Adang seperti dilnasir dari Antara pada Kamis (16/4).

Dia menjelaskan, di Riau juga terjadi fenomena kematian terduga atau pasien dalam pengawasan (PDP) tergolong tinggi. Berdasar data Dinas Kesehatan Riau, hingga Kamis (16/4) pagi, sudah ada 25 orang PDP yang meninggal dunia dan baru dua orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah kematian PDP lebih tinggi dari kasus positif korona yang ada sebanyak 20 kasus.

Menurut Adang, pembentukan tim tersebut berdasar telegram Kapolda Riau Nomor: ST/520/IV/BIN1./2020 terkait penanganan jenazah Covid-19 sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan jenazah yang dikeluarkan PDFI pusat. Terkait teknis, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dokter spesialis forensik yang juga merupakan ketua PDFI cabang Riau-Sumbar-Kepri dan juga BEM FK Unri yang berpengalaman dan paham dalam penanganan jenazah.

”Penanganan jenazah terindikasi Covid-19 ini akan diberikan edukasi kepada pihak petugas rumah sakit bagaimana penanganan dengan benar dan baik sesuai prosedur standar. Untuk meningkatkan koordinasi, Rumah Sakit Bhayangkara juga sudah membuat call center yang bisa dihubungi kapan saja,” ujar Adang.

Setelah penanganan jenazah terindikasi Covid-19 sudah ditangani tim forensik, jenazah tersebut bisa dikatakan aman dan tidak lagi ada menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. Bahkan jenazah yang yang ditangani tim forensik nanti boleh disalatkan pihak keluarga bagi yang muslim dan juga cara lain sesuai masing-masing keagamaan, termasuk melihat saat pemakaman jenazah.

”Namun, perlu diperhatikan bahwa jenazah tetap tidak boleh dipegang. Pihak keluarga dan pelayat harus tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Jadi ke depan masyarakat tidak perlu takut dan khawatir lagi, karena jenazah yang terindikasi Covid-19 sudah ditangani tim berkompetensi. sehingga jangan ada lagi ada penolakan,” ucap Adang.

Untuk penanganan penatalaksanaan jenazah terindikasi atau positif Covid-19, dia akan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memberikan pendampingan. ”Memberikan bantuan dan pendampingan tata laksana pemulasaran serta pemeriksaan jenazah di lapangan terutama di instalasi rumah sakit yang membutuhkan,” ujar Adang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6kgbEkZwP28

 

https://www.youtube.com/watch?v=YQNMssiq8zo


https://www.youtube.com/watch?v=dmitwOvsfJE

 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore