Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Maret 2020 | 20.48 WIB

Diduga Keracunan Ikan Buntal, Pasutri dan Mertua Tewas Bersamaan

BERDUKA: Suasana di kediaman pasangan Mukhlis Hartono-Dewi Ambarwati. Keduanya meninggal akibat dugaan keracunan ikan buntal. (Jawa Pos Radar Banyuwangi) - Image

BERDUKA: Suasana di kediaman pasangan Mukhlis Hartono-Dewi Ambarwati. Keduanya meninggal akibat dugaan keracunan ikan buntal. (Jawa Pos Radar Banyuwangi)

JawaPos.com – Warga di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, dibuat geger. Pemicunya adalah meninggalnya satu keluarga yang diduga akibat keracunan ikan buntal.

Korban keracunan tersebut adalah pasangan suami-istri (pasutri) Mukhlis Hartono, 63, dan Dewi Ambarwati, 60, serta ibu kandung Dewi, Siti Absah, 80.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum meninggal, Mukhlis baru saja mendapatkan ikan buntal dari hasil memancing di laut pada Senin malam (9/3). Keesokan harinya ikan tersebut dikonsumsi sebagai menu sarapan.

Setelah ikan itu dimasak, ketiganya langsung menyantapnya. Dewi dan Mukhlis sempat mengundang beberapa kerabat untuk ikut makan karena jumlah ikan yang didapat cukup banyak.

Namun, tak lama berselang, Mukhlis tiba-tiba muntah-muntah. Tak lama, giliran Absah yang mengalami hal serupa. Setelah kejadian itu, Dewi sempat mengabari para tetangga dan keluarganya tentang kejadian yang menimpa suami dan mertuanya. Keduanya lalu dilarikan ke puskesmas. Namun sayang, nyawa mereka tidak tertolong.

Tak lama berselang, Dewi juga ikut tumbang. Para saudara dan tetangga yang datang kemudian membawa Dewi ke puskesmas. Dewi pun akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. ”Kemungkinan karena keracunan ikan. Saya lihat dari mulutnya keluar cairan,” ujar Bambang Santoso, salah satu kerabat korban.

Jenazah Mukhlis dan Dewi dimakamkan di Desa Alasbuluh. Sementara itu, sesuai permintaan keluarga, jenazah Absah akan dimakamkan di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, agar dekat dengan keluarga anak ketiganya.

Akhmad Syaifudin, kerabat korban lainnya, juga menduga ikan buntal menjadi penyebab kematian tiga saudaranya tersebut. Dugaan itu sudah disampaikan petugas medis yang memeriksa kondisi ketiganya. ”Setelah didapat, ikan langsung dimasak. Pagi harinya dimasak lagi,” ucapnya.

Sementara itu, jenazah Absah yang dibawa ke Kelurahan Bakungan disambut cucu-cucunya. Imanudin, 29, salah satu cucu Absah, mengaku terkejut saat mendengar kabar kematian nenek, bude, dan pakdenya itu. Dia menceritakan, pukul 11.16, Dewi sempat menelepon Iman dan mengabarkan bahwa Mukhlis dan Absah sakit.

Tak lama kemudian, Iman mendapatkan kabar bahwa pakde dan neneknya sudah meninggal. Iman kemudian meluncur ke Desa Alasbuluh untuk melihat kondisi keduanya. Betapa terkejutnya dia, ketika tiba di lokasi, Dewi juga sudah meninggal.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, tiga korban keracunan ikan buntal itu sempat mendapatkan pertolongan medis. Kepala Puskesmas Wongsorejo Shadiq meyakini dua warga Dusun Krajan, Desa Alasbuluh, itu meninggal karena keracunan makanan yang mereka konsumsi.

Shadiq mengimbau kepada masyarakat agar tidak memakan ikan buntal yang sudah nyata-nyata beracun. ”Ini kejadian kedua yang saya tangani. Sebelumnya, juga ada warga yang dapat ikan buntal dari memancing. Kemudian, dimakan istrinya dan keracunan,” jelasnya.

Sementara itu, aparat Polresta Banyuwangi membawa sampel makanan ikan buntal ke laboratorium forensik (labfor). ”Selanjutnya, sampel makanan tersebut kami bawa ke Labfor Polda Jatim untuk mengetahui apakah kematian ketiganya akibat ikan atau penyebab lain,” kata Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KsBxapOUw4o

https://www.youtube.com/watch?v=nWpbGaLBEbk

https://www.youtube.com/watch?v=QBjnUBbcM3I

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore