Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Maret 2020 | 23.04 WIB

Hijaukan Lahan Bekas Tambang Ilegal dengan 1,2 Juta Mangrove dan Mete

Keberadaan hutan mangrove di pesisir utara, Jakarta itu sangat penting sebab menjadi salah satu daerah penyangga penghijauan - Image

Keberadaan hutan mangrove di pesisir utara, Jakarta itu sangat penting sebab menjadi salah satu daerah penyangga penghijauan

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2020, menargetkan menanam 1,2 juta pohon mangrove dan jambu mete guna menghijaukan kembali lahan kritis bekas penambangan timah ilegal.

”Kita sudah meluncurkan gerakan penanaman 1,2 juta mangrove dan jambu mete untuk menimalisir kerusakan lingkungan dan bencana alam di Pulau Bangka dan Belitung,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Babel Marwan seperti dilansir dari Antara pada Minggu (8/3).

Marwan mengatakan, penanaman manggrove akan mencapai 613.500 pohon di areal seluas 185,9 hektare dan jambu mete sebanyak 589.200 batang di atas lahan 723 hektare. Pihaknya memilih jambu mete dan manggrove karena memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan lahan kritis tersebut.

Menurut Marwan, dalam optimalisasi gerakan penanaman manggrove dan jambu mete, Dinas Kehutanan masih terkendala anggaran. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengajukan proposal penambahan anggaran ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung gerakan itu.

”Kita sudah menyampaikan hal ini kepada Komisi IV DPR untuk mendorong agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dapat mengabulkan proposal penambahan anggaran gerakan penanaman mangrove dan jambu mete ini,” kata marwan. Namun, dia enggan menyebutkan berapa dana untuk mengoptimalkan gerakan penghijauan lahan kritis tersebut.

Gerakan penanaman mangrove dan jambu mete di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diinisiasi untuk mendahului peringatan Hari Mangrove Sedunia 2020. Hal itu agar  menjadi momentum mengembangkan semangat para pihak untuk menjaga lingkungan serta memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

"Penanaman pohon ini dilakukan kelompok tani, kelompok usaha perhutanan sosial yang dikoordinir dan didampingi KPHP/L, sehingga gerakan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Marwan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore