
Ilustrasi
JawaPos.com - Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumsel dinilai kaum milenial belum memenuhi kebutuhan hidup setiap bulan. Betapa tidak, upah yang diterima tiap bulan hanya sekejap habis untuk membayar tagihan.
Salah satunya, Andri Antariksa, 29, mengatakan, setiap bulan menerima upah Rp 2,7 juta. Upah tersebut setara dengan tagihan yang dikeluarkannya.
Dia merinci, untuk biaya internet mencapai Rp 150 ribu per bulan. Kemudian, untuk makan berkisar Rp 20 ribu per hari, service motor Rp 100 ribu per bulan.
Selain itu, biaya nongkrong saat malam minggu Rp 100 ribu per satu kali dan terakhir biaya tagihan rumah berkisar Rp 1,5 juta.
"Jadi total pengeluaran sama dengan pemasukan," katanya saat ditemui JawaPos.com, Jumat (2/11).
Meskipun begitu, dirinya terbantu dikarenakan perusahaan tempatnya bekerja memberikan biaya tambahan. Seperti biaya absensi Rp 100 ribu dan bonus Rp 700 ribu per bulan.
Ia mengaku, tidak menutup kemungkinan uang tambahan tersebut habis untuk membeli keperluan lainnya. Dia pun terpaksa meminjam uang ke perusahaan.
"Tapi ini jarang kecuali kalau memang terdesak barulah meminjam uang perusahaan," terang Andri yang merupakan salah satu pegawai di perusahaan swasta di Palembang.
Ia berharap ke depan meski upah yang diterapkan UMR namun harus ada tambahan sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Harapan saya sih UMR nya bisa ditinggikan lagi sehingga ada tambahan," ujarnya.
Sementara itu, Aab Thoriq, 22, mengakui gaji yang diterimanya tidak berdasarkan UMR. Namun, memang hal ini sudah kesepakatan antara dirinya dengan perusahaan.
Karena itu, dirinya seminimal mungkin menggunakan upah tersebut. Ia pun mengakui jika hampir tiap bulan selalu kekurangan. Namun, dirinya tetap dibantu orangtua nya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kadang kalau uang habis saya pinjam dari orangtua saya, jadi tidak terlalu terbeban dibandingkan pinjam dengan perusahaan," katanya.
Dirincikannya, dalam satu bulan ia menghabiskan uang Rp 50 ribu per hari untuk makan. Kemudian, ia pun harus membayar biaya kuliah sebesar Rp 400 ribu. Jadi total yang dikeluarkan yakni Rp 1,9 juta.
Sedangkan gaji yang diterima yakni Rp 2 juta tak ada tambahan. Karena itu, terkadang jika memang uang tidak cukup maka ia pun berhutang untuk makan.
"Jadi pas awal gajian langsung bayar. Jadi pas nerima gaji itu kadang langsung habis," tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
