
Cawapres 02 Sandiaga Uno mengibarkan bendera NU saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/4). (ist)
JawaPos.com - Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur, Yenny Wahid meminta kepada warga Nahdliyin agar tidak menggunakan bendera Nahdlatul Ulama (NU) untuk kampanye. Larangan ini ditujukan kepada semua pihak baik itu Paslon nomor urut 01 maupun 02.
"Imbauan semua pihak tidak menggunakan bendera NU dalam kampanye, imbauan yang berlaku untuk paslon 01 maupun 02," terang Yenny kepada JawaPos.com, Selasa (9/4).
Imbauan ini bukan berarti larangannya kepada jamaah NU dalam menyalurkan aspirasi politiknya. Sebaliknya, Yenny menyampaikan bahwa jamaah NU boleh menyalurkan aspirasi politiknya. Akan tetapi, aspirasi politik tidak kemudian diikuti dengan membawa bendera NU dalam kampanye.
"Tetapi bendera NU kita bersama-sama menjaga kesakralitasnya, jangan dipakai untuk kampanye. Saya sendiri, kita semua harus disiplin, bersama warga Nahdliyin harus disiplin," ucapnya.
Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur, Yenny Wahid. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur, Yenny Wahid. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Disinggung mengenai adanya Cawapres nomor urut 02, Sandiaga yang nekat membawa bendera NU saat kampanye, Yenny menyampaikan, membawa bendera NU tidak secara otomatis memiliki kedekatan dengan NU.
Menurutnya, kedekatan dengan NU itu dibangun dengan proses yang panjang, yakni dengan cara menyalurkan aspirasi warga NU. Kemudian juga mempunyai kedekatan sejarah dengan NU. Selain itu juga bisa membuktikan bahwa aspirasi warga NU selama ini sudah diperjuangkan.
"Tapi kalau menjelang Pilpres ujug-ujug (tiba-tiba) merasa dekat dengan NU, itu artinya NU nya ya NU, NU an. Tidak bisa hanya dengan memegang bendera (NU) terus merasa dekat dengan NU," tegasnya.
Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur, Yenny Wahid. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
