
Kapal ikan berbendera Malaysia diamankan oleh KKP karena menangkap ikan di perairan Selat Malaka, Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - Dua kapal ikan berbendara Malaysia diamankan oleh Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kedua kapal itu memasuki wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) dalam 2 hari berturut-turut di Selat Malaka.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman mengatakan, kapal pertama yany diamankan bernama KM PKFA 7836, Sabtu lalu (8/4).
Di mana, KP Orca 02 melakukan patroli sekitar pukul 11.45 WIB.
Saat itu kapal Orca melihat adanya kapal berukuran 82,47 GT masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin. Selanjutnya, kapal tersebut diamankan bersama seorang nakhoda dan 4 orang Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegraan Indonesia.
"Kemudian kapal Orca 02 yang dinakhodai Sutisna Wijaya mengawal kapal dan seluruh awaknya ke Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau. Tujuannya untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan," kata Agus, Minggu (7/4).
Kemudian, Minggu pagi tadi sekitar 06.30 WIB, Kapal Hiu Macan Tutul 02 yang dinakhodai Ilman Rustam, kembali menangkap KM PKFA 7747 berbendera Malaysia. Ada 5 orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar yang turut diamankan.
"Kapal itu dan seluruh awaknya dikawal menuju Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara untuk proses hukum oleh PPNS Perikanan," tuturnya.
Diamankannya dua kapal tersebut, karena merekm menangkap ikan di WPP-NRI Selat Malaka tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan. "Selain itu, mereka menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang di Indonesia, jaring trawl," jelasnya.
Kini, kapal-kapal tersebut yang diduga melakukan pelanggaran itu akan diproses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009. "Ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar," ujarnya.
Sementara itu, dengan diamankannya 2 kapal ini, berarti sudah 27 kapal perikanan ilegal yang diamankan oleh Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia selama tahun 2019. Jumlah itu terhitung sejak Januari hingga kini.
"Mereka ditangkap saat melakukan upaya pengerukan sumber daya ikan secara ilegal. Kapal-kapal tersebut terdiri dari 22 kapal perikanan asing (KIA) dan 5 kapal perikanan Indonesia (KII)," sebutnya.
Dari sejumlah KIA yang ditangkap, terdiri atas 11 kapal berbendera Vietnam dan 11 kapal berbendera Malaysia. "Semuanya sedang dalam proses hukum lebih lanjut," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
